Beritabanten.comPemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki komitmen tinggi dalam mendukung program nasional memerangi HIV/AIDS yang ditarget Zero kasus pada 2030.  

Salah satu langkah yang diupayakan Pemkot Tangsel yakni memberikan layanan screening HIV/AIDS secara gratis di seluruh puskesmas sebagai upaya mendukung penanganan penyakit tersebut. 

Di Kota Tangsel saat ini tercatat ada 1.917 penyintas AIDS dari berbagai usia. Pemkot Tangsel menargetkan lima tahun ke depan seluruh penyintas itu dapat pengobatan, dan tidak ada lagi penularan kasus baru. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, dr. Allin Hendalin, menegaskan pentingnya deteksi dini melalui screening untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan memastikan pengobatan lebih cepat, serta menekan angka kematian akibat penyakit tersebut. 

“Screening ini gratis ada di semua puskesmas. Ini program pemerintah jadi bisa dilakukan secara gratis di Tangsel,” ujar Kepala Dinkes Tangsel Dinkes dr. Allin Hendalin, kemarin.  

Layanan ini tidak hanya ditujukan kepada kelompok berisiko, tetapi juga masyarakat umum yang merasa perlu memeriksakan diri. Pemerintah berharap warga dengan kesadaran sukarela memanfaatkan layanan ini untuk memastikan kesehatan mereka, terutama jika merasa ada yang berubah dari kekebalan tubuhnya. 

Selain screening, layanan tes dan konsultasi Voluntary Counseling and Testing (VCT) juga tersedia di 35 puskesmas. Sementara, untuk pengobatan HIV/AIDS, saat ini baru tersedia di 25 puskesmas sudah ditambah menjadi 30 pada tahun ini, dan akan ditambah lagi puskesmas pada tahun depan menjadi seluruh puskesmas yang ada di Tangsel dapat melakukan pengobatan HIV. 

Dengan adanya layanan gratis di seluruh puskesmas, Tangsel berharap dapat mendukung target nasional untuk mengakhiri AIDS pada 2030. 

“Screening itu tadi fungsinya selain untuk mendeteksi secara dini bagaimana juga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan tentunya mencegah kematian pada HIV/AIDS,” jelasnya. 


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, dr. Allin Hendalin.

Terapkan Strategi Nasional ‘fast track triple 95’  

Dalam membantu percepatan target eliminasi atau zero HIV/AIDS pada tahun 2030 mendatang, Dinkes Tangsel juga menerapkan strategi nasional yakni fast track triple 95. 

Strategi tersebut adalah 95 persen orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka yang mengetahui statusnya mendapatkan pengobatan, dan 95 persen dari mereka yang mendapatkan pengobatan memiliki virus yang tersupresi. 

Saat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tersupresi, maka penyebaran virus akan ditekan karena virus yang ada tidak bisa menular lagi baik itu kepada pasangan maupun calon bayinya nanti. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa fasilitas ini ada dan gratis. Semakin dini deteksi dilakukan, semakin besar peluang untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa,” tegasnya. 

Gandeng RS Swasta  

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, seluruh rumah sakit milik Pemkot Tangsel serta enam rumah sakit swasta telah dilibatkan dalam upaya pengobatan HIV/AIDS. Nanti jumlahnya akan terus ditambah.  

Sementara itu, lanjut Benyamin, ketersediaan obat untuk penyintas HIV dan AIDS didapatkan dari pemerintah pusat. Dia menegaskan, dalam penanganan kasus itu dukungan moral sangat penting agar mereka tetap optimis menjalani kehidupan, melanjutkan pendidikan, dan beraktivitas seperti biasa. 

“Makanya, untuk (penyintas) anak-anak itu harus kita berikan semangat yang luar biasa. Supaya mereka bisa optimis untuk melanjutkan kehidupan, untuk tetap sekolah, untuk beraktivitas seperti biasa,” terang Benyamin. 

Dia juga meminta agar masyarakat memahami cara penularan HIV/AIDS, yang hanya terjadi melalui kontak tertentu. Seperti penggunaan jarum suntik bersama atau transfusi darah, serta air mani atau cairan vagina.  

“Interaksi sehari-hari seperti bersalaman tidak akan menularkan virus tersebut. Pencegahan sangat penting agar kasus tidak bertambah,” tegas Benyamin. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com