Beritabanten.com — Harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik membuat banyak pekerja mulai mengubah kebiasaan sehari-hari. Salah satunya adalah mengurangi makan di luar dan memilih memasak sendiri sebagai cara sederhana menghemat pengeluaran rumah tangga.

Pilihan itu juga dilakukan Roya Jaelani, seorang karyawan yang bekerja di kawasan BSD City, Kota Tangerang Selatan. Di tengah meningkatnya biaya hidup, ia mengaku mulai membiasakan diri membawa bekal dari rumah daripada membeli makanan setiap jam istirahat.

Menurut Roya, keputusan tersebut bukan semata-mata untuk berhemat, tetapi juga menjadi langkah agar kondisi keuangan keluarga tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Dulu hampir setiap hari saya makan di luar. Sekarang lebih sering masak sendiri di rumah lalu dibawa ke kantor. Pengeluarannya jauh lebih hemat dan menu makan juga bisa disesuaikan,” kata Roya kepada Beritabanten.com.

Ia memperkirakan biaya makan siang yang sebelumnya bisa mencapai puluhan ribu rupiah setiap hari kini dapat ditekan secara signifikan. Selisih pengeluaran tersebut kemudian dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga, ditabung, atau menjadi dana cadangan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Memasak Sendiri Lebih Hemat

Selain lebih hemat, Roya menilai memasak sendiri memberikan kepastian terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi. Ia dapat memilih bahan baku yang lebih segar, mengatur penggunaan minyak, gula, maupun garam sesuai kebutuhan, sehingga makanan yang disajikan lebih sehat bagi keluarga.

Menurutnya, kebiasaan membawa bekal kini juga mulai dilakukan sejumlah rekan kerjanya di kawasan BSD City. Semakin banyak pekerja yang memilih memasak sendiri sebagai langkah sederhana untuk mengendalikan pengeluaran tanpa harus mengurangi kualitas makanan yang dikonsumsi.

Roya mengaku kebiasaan membawa bekal juga membuatnya lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran bulanan. Uang yang sebelumnya habis untuk membeli makan siang dan minuman di luar kini dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti biaya pendidikan anak, tagihan rumah tangga, hingga dana darurat.

Menurutnya, perubahan gaya hidup tersebut tidak terasa berat karena dilakukan secara bertahap. Ia mulai menyusun daftar belanja mingguan, memilih bahan makanan yang lebih ekonomis, serta memasak dalam porsi yang cukup untuk beberapa kali makan sehingga tidak banyak bahan yang terbuang.

“Memang perlu sedikit usaha dan waktu, tetapi hasilnya sangat terasa. Pengeluaran lebih terkendali, makanan lebih sehat, dan yang paling penting kondisi keuangan keluarga menjadi lebih aman. Di situasi ekonomi seperti sekarang, kita harus lebih pintar mengelola penghasilan,” tutur Roya.

Fenomena membawa bekal dari rumah mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup. Banyak keluarga mulai menerapkan gaya hidup hemat dengan menyusun anggaran belanja secara lebih cermat, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, serta memprioritaskan kebutuhan pokok agar kondisi keuangan tetap stabil.

Bagi Roya, berhemat bukan berarti mengurangi kualitas hidup. Sebaliknya, ia memandang kebiasaan memasak sendiri sebagai investasi jangka panjang karena selain menghemat pengeluaran, keluarga juga mendapatkan makanan yang lebih sehat dan terjamin kebersihannya.

Ia berharap semakin banyak pekerja yang mulai menerapkan kebiasaan sederhana tersebut. Menurutnya, memasak sendiri bukan lagi sekadar urusan dapur, melainkan salah satu strategi bertahan menghadapi tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

“Kalau kita bisa menghemat dari hal-hal kecil, hasilnya akan terasa dalam jangka panjang. Yang penting bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi bagaimana cara mengelolanya dengan bijak,” pungkas Roya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com