Beritabaten.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan terhadap ratusan sapi dengan mengambil sampel serum untuk mencegah penyakit dan hama di PT. Sumberday Multikarya-Rangkasbitung pada Rabu, 2 Oktober 2024. 

Kepala Disnakeswan Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah berbagai ancaman penyakit hewan di Kabupaten Lebak.  

“Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari masuknya, penyebaran, dan keluarnya penyakit hewan, terutama di pintu masuk dan keluar di wilayah Kabupaten Lebak,” ujar Rahmat. 

Rahmat menambahkan bahwa para petugas yang terlibat dalam proses ini adalah para ahli dari Disnakeswan Lebak dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten.  

“Kami berharap pemeriksaan ini dapat memberikan manfaat bagi pemilik hewan ternak di masa depan,” jelasnya.  

Dalam tahapannya, terdapat beberapa mekanisme yang dilakukan, termasuk pengambilan serum untuk mendeteksi adanya penyakit pada masing-masing sapi.  

“Pengambilan sampel serum ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran penyakit Bovine Viral Diarrhea (BVD). BVD, atau diare virus sapi, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus BVDV,” jelasnya.  

Ia menambahkan bahwa proses pengambilan sampel dilakukan bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, yang bertanggung jawab dalam pemantauan hama dan penyakit.  

Menurutnya, melalui pengambilan sampel tersebut, keberadaan penyakit pada sapi dapat terdeteksi.  

“Penyakit ini dapat mengakibatkan berbagai masalah pada sapi, seperti gangguan reproduksi, penurunan sistem kekebalan, infeksi janin, aborsi, kelahiran mati, kelainan teratogenik, penurunan produksi susu, dan demam,” tuturnya. [Rzm]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com