Beritabanten.com – Tradisi memilih pasangan melalui persetujuan kedua keluarga masih sangat populer di India. Namun, seiring dengan perubahan sosial yang pesat, semakin banyak orang yang memilih pasangan mereka sendiri, menciptakan tren baru dalam proses pernikahan.

Bagi sebagian keluarga, langkah pertama dalam mempersiapkan pernikahan bukanlah memanggil pendeta atau perencana pesta, melainkan detektif untuk menyelidiki latar belakang calon pasangan.

Salah satu detektif yang terlibat dalam tren ini adalah Bhavna Paliwal, seorang detektif pernikahan yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Ia menyelidiki latar belakang calon pasangan, khususnya untuk pernikahan berbasis cinta yang semakin diminati di India.

Paliwal menangani sekitar delapan kasus per bulan, di mana ia menggunakan peralatan canggih untuk memverifikasi informasi yang diberikan oleh calon pengantin. Dalam salah satu kasus, Paliwal berhasil mengungkap bahwa seorang calon suami yang mengklaim memiliki penghasilan sekitar USD 70.700 per tahun ternyata hanya memperoleh USD 7.070 per tahun.

Biaya jasa detektif pernikahan berkisar antara USD 100 (sekitar Rp1,6 juta) hingga USD 2.000 (sekitar Rp32 juta), angka yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya pesta pernikahan yang biasanya bisa mencapai angka yang jauh lebih besar. Selain orang tua yang ingin memeriksa latar belakang calon menantu, banyak juga individu yang ingin memastikan kebenaran informasi tentang pasangan mereka atau bahkan menyelidiki dugaan perselingkuhan setelah menikah.

Tren ini mencerminkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat India memandang pernikahan, di mana teknologi dan penyelidikan pribadi kini menjadi bagian penting dari proses seleksi pasangan hidup.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com