Beritabanten.com – Owner Parakan Barbershop, Dendi, menilai aktivitas mencukur rambut bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan sebuah seni yang membutuhkan rasa terhadap keindahan. Hal tersebut disampaikan Dendi dalam wawancara bersama Beritabanten.com di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat sore, 17 Juli 2026.
Menurut Dendi, setiap proses mencukur memiliki nilai estetika yang lahir dari perpaduan keterampilan, ketelitian, dan penghargaan terhadap keindahan yang merupakan karunia dari Yang Maha Kuasa.
“Seorang barber bukan hanya memotong rambut, tetapi juga menghadirkan rasa keindahan melalui setiap detail yang dikerjakan,” ujar Dendi saat wawancara.
Ia menjelaskan, seorang pencukur perlu memahami karakter setiap pelanggan sebelum menentukan bentuk potongan rambut. Pertimbangan seperti bentuk wajah, tekstur rambut, gaya hidup, hingga kepribadian menjadi bagian penting agar hasil akhir mampu memberikan tampilan yang sesuai.
Dendi mengatakan, kualitas sebuah cukuran dapat terlihat dari detail kecil, mulai dari kerapian bentuk rambut, keseimbangan potongan, hingga ketepatan garis batas antara rambut dan kulit.
Ia juga menyoroti pentingnya outline dalam dunia barber. Menurutnya, banyak pencukur ternama menjadikan outline sebagai elemen yang memperkuat karakter sebuah potongan rambut. Garis lengkung halus pada batas rambut dan kulit memberikan kesan bersih, rapi, dan memiliki nilai estetika.
“Garis kecil seperti outline bisa memberikan perbedaan besar pada hasil akhir. Di situlah rasa seorang barber diuji,” kata Dendi.
Dalam wawancara tersebut, Dendi juga menyampaikan bahwa seorang barber harus memiliki keseimbangan antara kemampuan teknik dan kepekaan terhadap keindahan. Teknik dapat terus dilatih, sedangkan rasa terhadap estetika berkembang melalui pengalaman dan ketekunan.
Ia berpandangan bahwa rambut bukan hanya bagian dari penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas seseorang. Potongan yang sesuai dapat memberikan rasa percaya diri dan mencerminkan karakter pemiliknya.
Menurut Dendi, perkembangan tren gaya rambut saat ini semakin menunjukkan bahwa profesi barber memiliki ruang kreativitas yang luas. Namun, prinsip utama dalam menciptakan potongan berkualitas tetap berada pada ketelitian, kebersihan, dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.
Ia menambahkan, mencukur memiliki filosofi tersendiri karena menyatukan keterampilan manusia dengan keindahan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Setiap proses menjadi upaya menghadirkan tampilan yang lebih harmonis dan bermakna.
Parakan Barbershop berkomitmen menghadirkan pengalaman mencukur yang mengutamakan kualitas hasil, kenyamanan pelanggan, serta nilai seni dalam setiap potongan rambut.
Melalui pendekatan yang mengedepankan teknik dan rasa keindahan, Dendi berharap profesi barber semakin dihargai sebagai bidang kreatif yang mampu menghasilkan karya. Baginya, mencukur bukan hanya tentang mengubah bentuk rambut, tetapi juga tentang menghadirkan kepercayaan diri melalui sebuah sentuhan seni. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan