Beritabanten.com — Perumdam Tirta Madani Kota Serang tengah menjajaki empat skema kerja sama dengan Perumdam Tirta Albantani Kabupaten Serang. Kerja sama tersebut ditargetkan dapat memperluas pelayanan sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan pada 2027.

Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang Muhammad Arif Setiawan mengatakan, kerja sama yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan jual beli air. Pembahasan mencakup pengelolaan aset, pembelian air curah, distribusi air, hingga pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).

“Jadi ada beberapa yang sedang kami diskusikan. Tidak hanya terkait air, tetapi juga aset dan pengembangan bisnis,” ujar Arif, dinukil dari lan resmi pemkot Serang, Senin (31/8/2026).

Skema pertama berkaitan dengan sekitar 800 unit aset milik Pemerintah Kota Serang yang saat ini masih berada dalam pelayanan Perumdam Tirta Albantani Kabupaten Serang.

Menurut Arif, apabila aset tersebut diserahkan kepada Perumdam Tirta Madani, terlebih dahulu diperlukan proses appraisal untuk menentukan nilai aset secara objektif.

Skema kedua berupa rencana pembelian air curah dari Perumdam Tirta Albantani yang berlokasi di Rancajaya, Kecamatan Ciruas. Air tersebut akan digunakan untuk memperkuat pelayanan di wilayah timur Kota Serang.

“Jadi kami akan membeli air curah dari PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang untuk melayani daerah-daerah yang ada di daerah timur, seperti perumahan Puri Anggrek, Persada, dan yang lainnya,” jelas Arif.

Pasokan air tersebut juga diharapkan dapat mendukung penambahan sambungan pelanggan di kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan.

Skema ketiga berkaitan dengan rencana distribusi air menuju wilayah Pontang, Kabupaten Serang. Air dari Sindangheula direncanakan melewati wilayah Kota Serang sebelum diteruskan ke Pontang.

Sejumlah alternatif jalur masih dibahas, termasuk melalui wilayah Kasemen dan Walantaka.

Sementara skema keempat berkaitan dengan pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK). Perumdam Tirta Albantani disebut mengajak Perumdam Tirta Madani membahas kemungkinan kerja sama pengelolaan AMDK di wilayah Curug, Kota Serang.

Untuk sumber air, Arif menyebut pasokan yang diketahuinya berasal dari Baros, Kabupaten Serang. Namun, teknis kerja sama masih dalam pembahasan, termasuk kemungkinan penggunaan jaringan perpipaan.

“Airnya kalau yang saya tahu itu dari Kabupaten Serang, dari Baros. Nanti kami yang ikut kerja sama juga, apakah menyuplainya melalui perpipaan atau bagaimana, nah itu sedang didiskusikan,” katanya.

Keempat skema tersebut masih dalam tahap penjajakan. Perumdam Tirta Madani juga telah meminta masukan dari sejumlah stakeholder dan mengantongi izin prinsip dari Wali Kota Serang Budi Rustandi untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun BUMD.

Dari sisi bisnis, kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan perusahaan. Peningkatan pendapatan nantinya juga berpotensi menambah dividen yang diterima Pemerintah Kota Serang.

“Ya, itu otomatis. Otomatis ketika menambah sambungan baru, otomatis peningkatan ujungnya kepada dividen ya. Ujungnya kepada dividen,” ujar Arif.

Perumdam Tirta Madani menargetkan laba perusahaan mencapai Rp2 miliar pada 2027 apabila seluruh rencana kerja sama tersebut dapat direalisasikan.

Dengan porsi dividen sebesar 55 persen, proyeksi laba tersebut berpotensi memberikan sekitar Rp1,1 miliar kepada Pemerintah Kota Serang.

Namun, angka tersebut masih berupa proyeksi. Realisasi laba dan dividen akan bergantung pada hasil pembahasan, kesepakatan antarpihak, kesiapan infrastruktur, serta pelaksanaan kerja sama.

Jika terealisasi, kerja sama lintas BUMD tersebut diharapkan dapat memperluas pelayanan air bersih, mengoptimalkan aset daerah, membuka sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kontribusi Perumdam Tirta Madani terhadap pendapatan daerah. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com