Beritabanten.com – Lapangan Raden Aria Yudhanegara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Jumat (21/8/2026), menjadi saksi semangat puluhan hingga ratusan anggota Pramuka memperingati Hari Pramuka ke-65. Di tengah atraksi seni dan budaya, pesan tentang masa depan generasi muda kembali ditegaskan: Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi ruang untuk menempa karakter, kepemimpinan, disiplin, dan kepedulian sosial.
Upacara tersebut diikuti jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang bersama anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Suasana berlangsung meriah dengan beragam penampilan seni dan budaya yang dibawakan para anggota Pramuka.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang, mengatakan organisasi kepanduan memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya tangguh secara mental dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Pramuka merupakan wadah pembentukan calon-calon pemimpin masa depan yang tangguh, mental dan spiritual. Dengan semangat 65 tahun Pramuka ini, mari kita terus meningkatkan aktivitas kegiatan Pramuka yang positif sehingga pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bagi Maesyal, peringatan Hari Pramuka tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat agar kegiatan kepramukaan terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini tepatnya tanggal 21 Agustus 2026, Kwarcab beserta seluruh anggota Pramuka se-Kabupaten Tangerang melaksanakan upacara memperingati Hari Pramuka yang ke-65. Ini jadi momentum bagi Pramuka untuk terus menguatkan dan meningkatkan semangat, kreativitas serta aktivitas yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pesan itu terlihat dari kiprah anggota Pramuka Kabupaten Tangerang yang mulai mendapat kepercayaan tampil dalam kegiatan di tingkat nasional. Sejumlah anggota bahkan dipercaya menjadi pembawa acara hingga pimpinan upacara.
“Ada yang menjadi pembawa acara, ada juga yang menjadi pimpinan upacara. Ini membuktikan eksistensi anggota Pramuka Kabupaten Tangerang senantiasa mendapatkan perhatian dari Kwartir Nasional maupun Kwartir Daerah,” ungkapnya.
Namun ada hal lain yang ingin didorong lebih jauh. Pramuka di Kabupaten Tangerang diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembentukan karakter, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan.
Di Kitri Bhakti dan lingkungan Gedung Pramuka Kabupaten Tangerang, kegiatan budidaya ikan mulai dikembangkan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana kegiatan kepanduan diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ketahanan pangan tadi sudah dilaporkan oleh Sekretaris Kwarcab. Di Kitri Bhakti dan di gedung Pramuka juga dilaksanakan ketahanan pangan, salah satunya ternak ikan,” jelas Maesyal.
Langkah itu, menurut dia, masih bisa diperluas. Budidaya ikan dapat dikembangkan berdampingan dengan tanaman pangan dan hortikultura, mulai dari sayuran, palawija, bayam, kangkung hingga buah-buahan.
“Ke depan mungkin akan ditambah lagi porsinya dengan sayur-sayuran, palawija, bayam, kangkung, buah-buahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga bagi anggota Pramuka,” pungkasnya.
Gagasan tersebut memperlihatkan arah pembinaan Pramuka yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan baris-berbaris, perkemahan atau upacara. Di tengah tantangan ketahanan pangan dan kebutuhan generasi muda untuk memiliki keterampilan hidup, lahan kosong dan lingkungan sekitar pun dapat menjadi ruang belajar.
Di sanalah anggota Pramuka bisa mengenal bagaimana pangan diproduksi, bagaimana ikan dibudidayakan, bagaimana tanaman dirawat, sekaligus bagaimana kerja bersama menghasilkan sesuatu yang berguna.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran Kwarcab, Kwartir Ranting (Kwarran), Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), hingga Gugus Depan untuk mempertahankan dan meningkatkan kegiatan pembinaan serta pendidikan kepramukaan.
“Harapan kita anak-anak ini menjadi orang-orang yang taat dan patuh kepada orang tua, menjadi harapan bangsa, dan menjadi generasi penerus pemimpin di Negara Republik Indonesia,” katanya.
Harapan itu pada akhirnya kembali kepada anak-anak yang berdiri di lapangan hari itu. Mereka mungkin masih mengenakan seragam cokelat, membawa tongkat dan mengenal Pramuka sebagai sebuah kegiatan sekolah.
Tetapi dari ruang-ruang kecil itulah karakter dibentuk.
Dari kedisiplinan, mereka belajar bertanggung jawab. Dari kerja kelompok, mereka belajar menghargai orang lain. Dari kegiatan sosial, mereka belajar bahwa keberadaan mereka harus memberi arti bagi lingkungan. Dan dari ketahanan pangan, mereka mulai memahami bahwa masa depan tidak hanya dibangun dari teori, tetapi juga dari kemampuan menjaga apa yang ada di sekitar.
Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Tangerang akhirnya bukan hanya tentang peringatan sebuah organisasi yang telah berusia puluhan tahun.
Ia menjadi pesan bahwa pemimpin masa depan sedang tumbuh hari ini—dan mereka membutuhkan ruang untuk belajar, bekerja, peduli, serta memberi manfaat bagi masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan