Beritabanten.com – Di balik organisasi yang mampu tumbuh secara sehat, terdapat sistem pengawasan yang bekerja tanpa banyak sorotan. Bagi Dr. Bonardo Hutauruk, pengawasan bukan sekadar memastikan kepatuhan terhadap aturan, melainkan menjadi fondasi bagi terciptanya tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Perjalanan profesional Bonardo Hutauruk telah membawanya melintasi berbagai ruang pengabdian, mulai dari birokrasi pengawasan hingga tata kelola korporasi. Pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh sumber daya dan anggaran, tetapi juga oleh sistem pengendalian internal, manajemen risiko, dan kepemimpinan yang berintegritas.

Kariernya banyak ditempa di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), lembaga yang memiliki peran strategis dalam memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Salah satu amanah penting yang pernah diembannya adalah sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten. Jabatan tersebut tidak hanya menuntut kemampuan teknis di bidang audit, tetapi juga kepemimpinan dalam membangun budaya pengawasan di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam berbagai penugasan, Bonardo mendorong penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), peningkatan kualitas tata kelola, serta pengembangan budaya kerja yang berorientasi pada pencegahan risiko. Menurutnya, pengawasan yang baik bukan sekadar menemukan kesalahan, melainkan membantu organisasi mengenali potensi persoalan sejak dini agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan bertanggung jawab.

Fondasi pemikiran tersebut didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1990, kemudian meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Indonesia pada 1994. Semangat belajarnya berlanjut hingga memperoleh gelar Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta pada 2005. Perpaduan ilmu akuntansi, manajemen, dan pendidikan memberinya perspektif yang utuh dalam memahami organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selepas menjalani berbagai penugasan di lingkungan pemerintahan, Bonardo tetap berkontribusi dalam penguatan tata kelola perusahaan. Ia dipercaya sebagai anggota Komite Audit PT Asabri, yang memiliki peran penting dalam mengawal sistem pengendalian internal, kepatuhan, dan kualitas pelaporan keuangan perusahaan.

Pengalaman tersebut juga membawanya dipercaya bergabung sebagai Komite Manajemen Risiko pada Dewan Komisaris Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan. Dalam peran ini, ia ikut memperkuat penerapan manajemen risiko agar perusahaan daerah mampu menjalankan fungsi bisnis secara profesional sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Di kalangan auditor dan praktisi tata kelola, Bonardo dikenal sebagai sosok yang tidak pelit berbagi pengalaman. Ia meyakini bahwa profesi pengawasan menuntut lebih dari sekadar kemampuan membaca laporan keuangan atau memahami regulasi. Integritas, ketajaman analisis, serta keberanian memberikan rekomendasi perbaikan menjadi nilai yang harus terus dijaga oleh setiap auditor dan pengawas.

Perjalanan panjang Dr. Bonardo Hutauruk menunjukkan bahwa pengawasan merupakan investasi bagi masa depan organisasi. Melalui pengalaman di BPKP, dunia korporasi, dan berbagai peran strategis di bidang audit serta manajemen risiko, ia terus memberikan kontribusi dalam memperkuat budaya akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Di tengah tantangan organisasi yang semakin kompleks, rekam jejaknya menjadi pengingat bahwa pengawasan bukanlah penghambat pembangunan. Justru melalui pengawasan yang profesional, organisasi dapat bertumbuh dengan lebih sehat, adaptif, dan dipercaya oleh publik. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com