Beritabanten.com – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya muncul dan menjelaskan alasan dirinya tidak dapat dihubungi selama tiga hari setelah banjir dan longsor melanda wilayah Sumatera Utara.
Melalui unggahan di media sosial, ia mengungkapkan bahwa ia harus berjalan kaki selama tiga hari melintasi dua kabupaten karena akses jalan terputus dan jaringan telekomunikasi lumpuh total.
Dalam perjalanannya, Akhmad Syukri melewati sejumlah titik banjir dan longsor di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Medan yang dipenuhi material longsor serta ketiadaan sinyal membuatnya tidak dapat memberikan kabar kepada keluarga maupun pihak pemerintah daerah.
Sempat disebut hilang ketika bencana terjadi, ternyata ia sedang berusaha mencapai Sibolga dengan berjalan kaki. Setelah tiba di kota, ia segera menyampaikan kondisi dirinya dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan banjir dan longsor.
Akhmad Syukri memastikan bahwa pemerintah daerah kini fokus pada pembukaan akses jalan, evakuasi warga, dan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak. Ia juga mengimbau warga tetap waspada menghadapi potensi bencana susulan akibat kondisi cuaca yang masih tidak stabil.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan