Beritabaten.com – Qoriah kelahiran Ambon, 1 Mei 1993 ini bernama lengkap Mastia Lestaluhu. Publik tanah air mengenalnya dengan suara melengking tapi tidak membuat kuping terganggu. Bahkan makin nyaman mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Tercatat dalam sejarah per-MTQan ia telah berhasil meraih banyak prestasi nasional maupun internasional sebagai praktisi seni membaca Al-Qur’an. Pencapaian itu tidak lepas dari tempaan kedua orang tuanya.

Sedari awal, bahkan sebelum menikah, kedua orang tuanya memutuskan untuk menyiapkan pola pengasuhan (parenting) agar anak-anak yang lahir dari hasil pernikahan nanti memiliki kedekatan dengan al-Qur’an.

Mereka bersepakat bahwa anak-anaknya tidak boleh ‘terkontaminasi’ dengan kebiasaan dan lingkungan orang lain yang kurang baik.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa rumah yang dibangun oleh kedua orangtua Mastia saat itu terbilang unik karena dimulai dari memilih lokasi yang sedikit sekali tetangga. Tujuannya adalah agar fokus pada pendidikan al-Qur’an yang diterapkan mudah terukur.

Mastia kecil mengakui bahwa kala itu, anak-anak di lingkungan Desa Tulehu, Maluku, Ambon, lebih gemar membicarakan perihal sepak bola. Mastia ingat bagaimana teman-teman sebayanya kerap mendahulukan sepak bola daripada mengaji.

Namun kedua orangtuanya tidak habis cara untuk tetap mendampingi proses Mastia dalam mengembangkan diri sebagai Qari’ah. Almarhum Ayah dari Mastia rutin mendampingi bahkan ikut belajar kepada guru al-Qur’an yang dipilih, dan terhitung sejak 2002 hingga 2008,

Mastia selalu didampingi ibunda ke manapun ia berkompetisi MTQ. Adapun tujuan kedua orangtua terus mendampingi anaknya ini adalah agar penjagaan terhadap pola makan, latihan, serta sikap maupun pergaulan sebagai seorang Qari’ah dapat terus dipantau dan diarahkan.

Malang melintang dalam dunia tilawah al-Qur’an nyatanya tidak membuat Mastia merasa jenuh dengan bidang tersebut. Menurutnya, jika seseorang telah mendalami dan merasakan bagaimana kenikmatan ketika bersama al-Qur’an, khususnya melalui seni, ia akan dapat mengelola diri dan hatinya agar terus bisa membersamai apa yang dirasa mampu memberinya kenikmatan itu.

Mastia juga telah bersiap untuk mengabdikan dirinya untuk mendampingi para Qari’ dan Qari’ah dalam kompetisi internasional. Mengingat, ia kini dianggap telah menjadi peserta yang cukup senior dalam perMTQ-an.

Ia pun berpesan kepada para generasi Indonesia khususnya kawula muda untuk tidak pernah berhenti berlatih dalam meningkatkan skill berkenaan dengan belajar dan mengajarkan ilmu al-Qur’an.

Bukan hanya berkenaan dengan mengelola pola hidup sehat seperti memilih dan memilah makanan dan minuman yang sehat dan tepat, konsistensi dalam latihan juga harus terus perhatikan.

Salah satu nasihat guru yang terus diingat oleh Mastia adalah “Tugas seorang Qari’ atau Qari’ah tidak hanya berhenti pada pandai mempraktikkan bagaimana cara melantunkan al-Qur’an dengan indah benar dan suara yang indah, melainkan lantunkan pula kebenaran dan keindahan al-Qur’an itu melalui sikap/akhlak dalam kehidupan.

Mastia menyelesaikan pendidikan S1-nya pada jurusan Hukum Perdata Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (2015) dengan predikat lulusan terbaik se-program studi.

Kemudian S2 Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta (2019) sebagai Mahasisa Berprestasi, dan D4 Kahfi BBC Motivator School (2019) dengan predikat lulusan terbaik. Selain itu, ia juga pernah bergabung dengan Ma’had Tahfizh dan Bahasa Arab Dzin Nurain Jakarta pada tahun 2012.

Aktivitas Pengembangan diri yang pernah diikuti sejak Sekolah Menengah atas adalah Anggota OSIS, dilanjutkan dengan Tapak Suci Muhammadiyah, anggota Lembaga Dakwah Kampus Ulil Albab UMJ, anggota di Karate Inkai ranting Jakarta Timur.

Selanjutnya aktivitas berbagi ilmu tilawah al-Qur’an dimulai dengan menjadi Instruktur Tahsin dan Seni Tilawah al-Qur’an di sejumlah tempat hingga saat ini, diantaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Qur’an Provinsi Banten, Masjid Istiqlal Jakarta, dan Masjid Bintaro Jaya.

Sebagai bentuk pengabdiannya pada almamater, Mastia juga menjadi Dosen Universitas PTIQ Jakarta sejak 2022 dan Dosen Pendamping Kelas Hypnosis & Hypnosis Al-Quran sekaligus Therapist di Klinik KAHFI Motivator School sejak 2019.

Beberapa prestasi yang pernah ia raih dalam bidang tilawah Al-Qur’an dan seni Islam diantaranya juara 2 Ihtifal Pengajian Tinggi ASEAN 2011 di Negeri Sembilan Malaysia, juara I Pekan Tilawatil Qur’ani RRI TVRI Nasional 2011 II MTQ.

Terus, juara 2 MTQ antarbangsa 2016 di Kuala Lumpur Malaysia, juara 1 Tilawah Dewasa Putri tingkat Nasional 2015 di Jakarta dan Qiraat Sab’ah 2016 di Mataram dan Juara 1 Vokalis Gambus Putri tingkat Nasional di Bandar Lampung.

PA Contact: (+62)853 444 166 09 (Tia),
Social media:
YOUTUBE Mtv. Mastia Lestaluhu Official
EMAIL lestaluhumastia1@gmail.com
INSTAGRAM @mastia_lestaluhud
FACEBOOK @Tia Lestaluhu El-Idrus
TIKTOK @mastialestaluhuofficial

Berkenaan dengan hobi, Mastia sangat gemar membaca buku, Menonton Podcast dan Traveling. Sedangkan karyanya dalam bentuk buku yaitu: Tanya Jawab Pertilawahan Dua Hati Satu Jiwa, Siapa Bilang Ibu Lebih Penting dari Ayah, Antologi Qur’an Journey, Kitab Isya dan Speaking Tahsin. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com