Beritabanten.com – Pria pembuat tempe bernama Subhan tersenyum lega bisa mengikuti program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS bersama 12 orang anggota keluarga.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi solusi bagi Subhan sehingga bisa berangkat ke kampung halaman secara rombongan.
“Kalau beli tiket lumayan pak, per orang Rp300 ribu. Kalikan saja dengan dua belas orang,” ucapnya memberi alasan.
Dirinya bersama dua keluarga lainnya adalah pembuat tempe di kawasan Matraman Jakarta Utara dengan omzet yang belakangan menurun.
“Perekonomian yang belum baik berpengaruh pada omzet penjualan. Buat tempe kan dipengaruhi harga kacang kedelai yang mahal,” ungkapnya.
Tawaran untuk mudik gratis tersebut dikatakan datang pada dirinya dari temennya beberapa.minggu ke belakang terus mengajak keluarganya.
“Dari temen pak, ada koordinatornya ko, yang meminta KTP dan KK. Terus diminta ngumpul di sini,” ucapnya.
Meski baru pertama kali mengikuti mudik gratis ini, dia mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan dari pendataan sampai pemberangkatan.
“Rapih ko pak, tapi tadi ada kesalahan penomoran bis yang menghambat pendataan orang. Ini masih nunggu untuk didata ulang,” katanya.
Menurutnya, BAZNAS hanya menyediakan layanan pemberangkatan ke kampung halamannya di Pekalongan tapi untuk kembali ke Jakarta masih belum pasti.
“Katanya sih nunggu pas waktu mudik lengang akan ada kabar untuk pemberangkatan ke Jakarta,” dia berharap.
Kalaupun nanti tidak ada kabar ekpedisi pemberangkatan ke Jakarta dari pihak BAZNAS, dirinya lakan pulang pas harga tiket sudah normal.
“Lumayanlah buat modal usaha nanti di Jakarta daripada dipakai buat ongkos mobil yang pada naik,” demikian dia menutuo. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan