Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat prasejahtera melalui peluncuran Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Al-Bukhari International University (AIU) Batch 6 tahun 2026.
Program yang resmi diluncurkan pada Rabu (15/4/2026) itu menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam mendorong transformasi sosial melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) mustahik agar mampu berdaya saing di tingkat global.
Acara peluncuran dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, perwakilan Al-Bukhari International University, serta unsur diplomatik dari Malaysia, termasuk Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Puan Safiza binti Mat Fadzil dan Konsul Jenderal KJRI Penang Wanton Saragih Sidauruk.
Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad, dalam sambutannya mewakili Ketua BAZNAS RI, menegaskan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bentuk penguatan hubungan bilateral Indonesia–Malaysia di bidang pendidikan.
“Ini bukan hanya kerja sama pendidikan, tetapi juga ikatan persahabatan yang membawa keberkahan bagi kedua negara serta para penerima manfaat,” ujarnya dalam acara yang disiarkan melalui BAZNAS TV.
Ia juga berpesan agar para penerima beasiswa dapat menjaga amanah dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin selama menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kalian adalah duta bangsa. Jaga sikap, patuhi aturan, dan gunakan kesempatan ini untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI, KH. M. Imdadun Rahmat, menyebut program ini merupakan implementasi dari visi BAZNAS dalam penyaluran zakat yang efektif untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial.
Ia mengungkapkan, sebanyak 153 mahasiswa dari 22 provinsi telah menjadi penerima manfaat dalam program tersebut. Selain itu, BAZNAS juga mencatat 132 alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU yang kini telah bekerja di berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Australia, hingga Taiwan.
“Sebagian besar alumni sudah bekerja dengan penghasilan di atas nisab zakat. Ini menunjukkan program ini berdampak nyata,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka. Ke depan, sosialisasi program akan diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak calon penerima manfaat.
Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan agenda Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan