Beritabanten.com — Kinerja impresif Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari peran kepemimpinan di pucuk manajemen. Sosok Direktur Utama, Tubagus Hendra Suherman, menjadi figur sentral yang menggerakkan transformasi perusahaan dari sekadar entitas daerah menjadi BUMD yang berdaya saing dan berprestasi.

Keberhasilan Perseroda PITS bukan hanya soal angka dan penghargaan, tetapi tentang bagaimana kepemimpinan dijalankan secara konsisten, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Salah satu kekuatan utama Tubagus Hendra Suherman adalah disiplin dan konsistensi. Dalam dunia bisnis, khususnya BUMD yang sering dihadapkan pada tekanan birokrasi dan dinamika politik, konsistensi menjadi faktor langka. Namun di PITS, arah perusahaan tidak berubah-ubah. Program dijalankan dengan ritme yang jelas, target diukur secara berkala, dan evaluasi dilakukan tanpa kompromi. Dalam teori operational excellence, disiplin organisasi adalah fondasi utama untuk menciptakan kinerja berkelanjutan, dan ini terlihat nyata dalam perjalanan PITS.

Selain itu, gaya kepemimpinannya dikenal berani dan tegas, tetapi penuh perhitungan. Keputusan-keputusan strategis tidak diambil secara reaktif, melainkan melalui kalkulasi yang matang. Ini mencerminkan pendekatan dalam strategic decision-making theory, di mana pemimpin tidak hanya dituntut berani mengambil risiko, tetapi juga mampu mengelola risiko tersebut secara rasional. Dalam konteks BUMD, keberanian tanpa perhitungan bisa berujung kerugian, tetapi kehati-hatian tanpa keberanian justru membuat perusahaan stagnan. PITS berhasil menemukan titik keseimbangan itu.

Kelebihan lainnya adalah karakter visioner yang disertai grit, daya tahan dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Transformasi BUMD bukan proses instan. Dibutuhkan visi jangka panjang sekaligus keteguhan untuk menjalankannya secara konsisten. Dalam teori grit dari Angela Duckworth, kombinasi antara passion dan perseverance menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Apa yang dilakukan Tubagus Hendra Suherman mencerminkan prinsip tersebut: tidak hanya punya arah, tetapi juga ketahanan untuk menjaga arah itu tetap berjalan.

Namun kepemimpinan tidak hanya soal strategi dan keputusan. Salah satu aspek yang menonjol adalah kemampuannya dalam mengkonsolidasikan pegawai dan pimpinan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mendengar, mengayomi, dan mendorong musyawarah dalam pengambilan keputusan. Pendekatan ini sejalan dengan participative leadership theory, di mana keterlibatan organisasi menjadi kunci untuk membangun loyalitas dan kohesi internal. Hasilnya, PITS tidak hanya kuat di level manajemen, tetapi juga solid di tingkat operasional.

Lebih jauh, komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting. Melalui pelatihan, bimbingan, dan pendidikan, kualitas internal perusahaan terus ditingkatkan. Dalam perspektif human capital theory, investasi pada SDM adalah investasi jangka panjang yang menentukan daya saing organisasi. PITS memahami bahwa infrastruktur bisa dibangun, tetapi kualitas manusia harus dibentuk.

Sinergi antara disiplin, keberanian strategis, visi jangka panjang, kemampuan konsolidasi, dan penguatan SDM inilah yang menjelaskan mengapa Perseroda PITS mampu melompat cepat. Kepemimpinan tidak dijalankan secara simbolik, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak organisasi.

Apa yang ditunjukkan oleh Tubagus Hendra Suherman memberikan pelajaran penting: BUMD tidak cukup dipimpin dengan rutinitas, tetapi harus digerakkan dengan visi, keberanian, dan kemampuan merawat manusia di dalamnya dan ketika kepemimpinan itu hadir secara utuh, hasilnya bukan hanya prestasi, tetapi juga perubahan nyata. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com