Beritabanten.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru di Sumatera Utara (Sumut) melakukan video call dengan seorang polisi wanita (polwan) untuk menakut-nakuti dua murid SD yang bertengkar.
Peristiwa ini terjadi di salah satu sekolah dasar di Sumut, dan video tersebut memperlihatkan guru yang tengah berbicara dengan polwan untuk memberi efek jera pada dua siswa yang terlibat perkelahian.
Dalam video yang beredar, dua siswa SD tersebut terlihat bertengkar di kelas. Untuk mengatasi masalah ini, sang guru kemudian memutuskan untuk menghubungi seorang polwan melalui video call. Guru tersebut meminta bantuan polwan untuk “mengancam” para siswa agar mereka tidak melanjutkan pertengkaran mereka, dengan alasan bahwa perkelahian mereka bisa dilaporkan ke polisi jika tidak segera dihentikan.
Sang guru, yang terkesan santai namun tegas, memperkenalkan polwan kepada para siswa, berkata, “Kalau kalian masih bertengkar, saya akan laporkan ke polisi, loh.” Dalam video tersebut, polwan yang ada di layar pun ikut berbicara, mengingatkan para siswa dengan nada serius dan menakutkan.
Tak lama setelah video tersebut beredar di media sosial, banyak netizen yang memberikan respons beragam. Sebagian besar mengkritik metode tersebut, menyebutnya sebagai cara yang tidak tepat untuk menyelesaikan masalah antar siswa, terutama dengan melibatkan pihak kepolisian sebagai taktik menakut-nakuti. Beberapa juga merasa bahwa hal ini menciptakan rasa takut yang tidak perlu pada anak-anak dan berpotensi mengganggu proses pendidikan yang seharusnya mendidik dengan kasih sayang dan pengertian.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan