Beritabanten.com – Anggota Komisi II DPR RI Hugua menyoroti kasus ratusan pelamar D4 Bidan Pendidik yang dinyatakan lulus seleksi PPPK 2023. Dia beralasan karena pada pada April 2024, Nomor Induk PPPK dibatalkan oleh Kemenkes.
Diketahui, Kemenkes menarik kembali Nomor Induk PPPK D4 Bidan Pendidik yang sudah diterbitkan dikarenakan tak memenuhi aturan yang ditetapkan Kemenkes dan KemenPAN RB.
“Pembatalan NIP gila ini. Orang yang sudah tes lulus, 690 orang seluruh Indonesia D-4 tiba-tiba dianulir dan NIP-nya tidak bisa diterbitkan,” kata Hugua, melalui keterangan resmi, Kamis (13/6/2024).
Dirinya mempertanyakan, D-4 Bidan Pendidik yang dibatalkan kelulusannya dianggap tidak sesuai dengan Surat Darat Menteri Kesehatan.
Hugua pun kaget mengapa proses pengrekrutan tersebut bisa berjalan jika dari awal terjadi ketidaksesuaian nomenklatur ataupun syarat yang dibutuhkan tidak sesuai.
“Pertanyaannya, kenapa sampai BKN mengumumkan dan memproses tes? 690 orang lulus, tiba-tiba dianulir NIP-nya. Ini kan gila namanya. Orang yang sudah tes lulus, dianulir, NIP-nya tidak keluar,” kata Politisi PDI-Perjuangan ini.
Hugua pun mengaku sudah bertemu dengan perwakilan dari 690 Bidan yang tidak diterbitkan NIP-nya. Dia mendapatkan informasi jika mereka akan di afirmasi.
“Para Bidan yang sudah dinyatakan lolos ini tidak dites kembali untuk posisi yang sama,” harapnya.
Dia merasa kasihan jika mereka harus mengikuti tes lagi, karena persyaratannya harus melengkapi surat-surat yang nilainya jutaan. Ia katakan, mereka kan pencari kerja.
Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Tenggara ini berharap ada koordinasi yang baik antar lembaga dan instansi daerah untuk menyikapi permasalahan tersebut.
”Tinggal bagaimana BKN dan Kementerian PAN RB itu menyurat ke para Bupati, Wali Kota, dan Gubernur seluruh Indonesia tentang hal-hal ini sehingga mereka usulkan kembali dalam APBD mereka,” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan