Beritabanten.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan perlindungan dan kepedulian terhadap anak yang melibatkan komunitas di Kecamatan Teluknaga.
Acara ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Teluknaga, Satgas PPA, Kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Desa Kebon Cau dan Desa Teluknaga.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kasat Binmas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Rachmad Hariyanto, yang membahas mengenai Peran dan Tanggung Jawab Masyarakat dalam Menciptakan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak, serta Psikolog Winy Nila Wisudawati, yang mengangkat tema Peran Keluarga dalam Membangun Generasi Bebas Kekerasan.
Yatemi, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Khusus Anak yang mewakili Kepala DPPPA, mengungkapkan bahwa meskipun berbagai program telah dilaksanakan untuk meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan hak perempuan serta anak, namun masih banyak tantangan yang dihadapi.
Ia menekankan bahwa diskriminasi dan ketidakadilan masih dirasakan oleh sebagian besar perempuan dan anak di wilayah tersebut.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya yang berada di Desa Kebon Cau dan Desa Teluknaga, untuk lebih peduli dan proaktif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya kepada Tim Diskominfo, Senin (16/06/2025).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif, penting untuk memaksimalkan potensi perempuan dan anak melalui pemberdayaan serta perlindungan yang menyeluruh.
Harapan besar pun disampaikan dalam kegiatan ini. Dengan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, diharapkan muncul reaksi cepat dalam merespons kasus kekerasan serta keterlibatan aktif orang tua dalam menciptakan desa yang aman dan bebas dari kekerasan.
“Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan menjamin perlindungan bagi perempuan,” tutup Yatemi. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan