Beritabanten.com – Ribuan guru madrasah di Kota Cilegon merasa kecewa dengan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang belum membayarkan honor mereka.
Sebanyak 5.189 guru madrasah hingga kini belum menerima honor mereka sejak bulan Oktober hingga Desember 2024.
Masalah ini terjadi di tengah defisit anggaran yang dialami Pemkot Cilegon pada tahun 2024, yang berdampak pada berbagai kegiatan yang telah dialokasikan anggarannya, namun tidak dapat terealisasi. Salah satunya adalah honor para guru madrasah yang hingga kini masih belum dibayarkan.
Ketua Perhimpunan Guru Madrasah Honorer Cilegon (PGMH-C), Muhri, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Pemkot Cilegon, terutama Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian. Muhri menilai bahwa Wali Kota Cilegon telah gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap ribuan guru honorer madrasah.
“Honor madrasah ini harusnya menjadi prioritas. Karena kita sudah komunikasi sejak jauh-jauh hari. Bahkan ini sudah masuk agenda Pemkot tiap tahun,” ungkap Muhri kepada disway.id, Kamis (2/1/2025).
Menurut Muhri, seharusnya pencairan honor guru madrasah menjadi salah satu prioritas dalam anggaran daerah. Guru, menurutnya, merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan anak bangsa dan sudah seharusnya mendapat perhatian lebih.
“Ketika tahu honor ini belum cair, saya kemudian komunikasi secara intensif dengan Kabag Kesra Rahmatullah atau Kang Aya sejak dari November,” lanjutnya. Namun, hasil komunikasi yang diterimanya justru mengecewakan.
“Kata Kang Aya, anggaran tersebut tidak bisa dianggarkan ulang dikarenakan sudah berbeda alokasinya,” tambah Muhri.
Muhri menilai bahwa Pemkot Cilegon, terutama Wali Kota Helldy Agustian, kurang cakap dalam mengelola anggaran yang sudah dirancang sebelumnya.
“Honor ini sudah direncanakan jauh-jauh hari setiap tahunnya. Selalu ada dan terealisasi. Ini kenapa tidak sekarang?” keluh Muhri.
Menanggapi hal ini, Kabag Kesra Pemkot Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa honor guru madrasah sebenarnya sudah dialokasikan melalui mekanisme hibah ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon. Namun, akibat defisit anggaran, pencairan dana tersebut belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Pihak Pemkot Cilegon diharapkan segera mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini, mengingat besarnya dampak yang dirasakan oleh ribuan guru madrasah honorer yang selama ini telah berperan penting dalam dunia pendidikan di Kota Cilegon. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan