Beritabanten.com – Pada hari ini, 8 Oktober 2024, ribuan pencari kerja membanjiri area KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten) di Serang, Banten, dalam acara Job Fair 2024.
Rencananya Job Fair 2024 tersebut akan berlangsung sampai tanggal 10 Oktober 2024.
Acara ini menarik perhatian para pencari kerja dari berbagai daerah yang berharap mendapatkan peluang kerja dari berbagai perusahaan ternama yang berpartisipasi.
Acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Banten ini berhasil menarik ratusan ribu pelamar yang berharap bisa mendapatkan peluang kerja dari berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, perbankan, retail, hingga teknologi, dengan ribuan posisi untuk berbagai tingkatan pendidikan.
Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi hari, dengan antrean panjang pencari kerja yang datang membawa berkas lamaran dan CV mereka. “Acara ini sangat membantu kami yang sedang mencari pekerjaan, terutama di tengah persaingan yang ketat saat ini,” ujar salah satu peserta job fair.
Dengan diadakannya Job Fair 2024 ini, pemerintah daerah Banten berharap bisa menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menemukan talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Job Fair di KP3B ini berlangsung sepanjang hari, memberikan kesempatan besar bagi para pelamar untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan yang membuka stand di lokasi acara. Banyak peserta yang merasa terbantu dengan tersedianya berbagai peluang kerja di satu tempat. (sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


1 Komentar
Lapangan kerja memegang peranan penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan setiap individu.
Tingginya pengangguran di Banten menjadi ironi karena Banten memiliki banyak kawasan industri.
Banyaknya relokasi pabrik menjadi alasan lain mengapa tingkat pengangguran di Banten sangat tinggi.
Perusahaan memilih merelokasi pabrik untuk mencari tenaga yang lebih murah.
Spirit perusahaan dalam sistem ekonomi kapitalisme adalah meminimalkan biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja. Pada saat yang sama, tidak ada jaminan dari negara karena negara hanya berperan sebagai regulator dan penengah antara buruh dan perusahaan jika ada konflik terkait upah dan lainnya.
Disisi lain pengelolaan SDA—baik dari sisi eksplorasi maupun eksploitasinya—kerap diintervensi negara lain. Tenaga kerjanya pun banyak dari luar.
Peningkatan angka pengangguran tidak terjadi semata karena faktor produksi atau kondisi dunia yang terus berevolusi melampaui stagnasi sistem konvensional
Lebih dari itu, ada sistem tata kelola dengan paradigma kapitalistik yang pro-korporasi sehingga membuat tingkat ekonomi rakyat makin terpuruk.
Sudah semestinya campakkan sistem kapitalisme dan beralih kepada satu2nya sistem yg bs mengurai benang kusut masalah pengangguran ini yakni sistem ekonomi islam.