Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menerima bantuan senilai Rp102 miliar dari Bank Dunia melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah yang kian meningkat di kota industri tersebut.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian, dalam konferensi pers di Kantor Walikota Cilegon, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima bukan berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk pembangunan fasilitas pabrik pengolahan sampah. “Kami sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk pembangunan pabrik ini. Kota Cilegon tidak menerima uangnya, tetapi fasilitas yang sangat diperlukan untuk pengolahan sampah,” ujar Helldy.

Proyek pembangunan pabrik pengolahan sampah ini kini sedang dalam tahap lelang. Walikota Helldy menambahkan, “Proses lelang sudah dilakukan, tinggal menunggu pemenang.” Pabrik ini dirancang untuk mampu mengolah hingga 200 ton sampah per hari, yang merupakan langkah Pemkot Cilegon untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih efisien.

Pradita Cancerita, PPK Sanitasi Ditjen Cipta Karya, membenarkan bahwa bantuan ini berupa pembangunan fisik, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh. “Proyek ini tidak hanya melibatkan pembangunan pabrik, tetapi juga beberapa kegiatan lain yang mendukung pengelolaan sampah secara lebih efisien,” jelas Pradita.

Dengan kapasitas pengolahan sampah yang dapat mencapai 200 ton per hari, pabrik ini diharapkan dapat membantu mengurangi tumpukan sampah di Cilegon dan memberikan solusi ramah lingkungan. Pembangunan pabrik ini juga mendukung cita-cita Pemkot Cilegon untuk menjadikan kota tersebut lebih bersih dan berkelanjutan. (Nb)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com