Beritabanten.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cigemblong, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, menjadi perbincangan di media sosial. Hal itu menyusul beredarnya video yang memperlihatkan menu MBG yang diterima sekolah tersebut diduga berisi telur dan jagung dalam kondisi belum matang.
Dalam video yang beredar dan disaksikan pada Minggu (25/1), terlihat satu paket MBG dalam wadah ompreng berisi tiga buah lengkeng, satu kotak susu, satu potong tahu, satu butir telur, serta jagung yang telah dibelah. Telur dan jagung tersebut diduga disajikan tanpa proses pematangan yang sempurna.
Rekaman video juga memperlihatkan seorang guru memecahkan telur menggunakan korek gas untuk membuktikan bahwa telur masih mentah. Dalam video yang sama, seorang guru laki-laki menyampaikan protes terhadap kondisi menu tersebut.
“Telurnya mentah, jagungnya juga mentah. Masa kami harus memasak sendiri, siswa memasak sendiri di sekolah, kompor dari mana,” ujarnya dalam video tersebut.
Wakil Kepala SMAN 1 Cigemblong, Pepi Habibi, membenarkan bahwa MBG yang diterima sekolahnya pada Jumat (23/1) memang bermasalah. Ia menyebut sekitar 100 porsi MBG mengandung telur dan jagung yang belum matang.
“Benar, kejadiannya hari Jumat (23/1). Sekitar 100 porsi bermasalah dari total 227 siswa penerima MBG di sekolah kami,” kata Pepi saat dikonfirmasi, Minggu (25/1).
Pepi menilai peristiwa tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada 12 Januari lalu, pihak sekolah menemukan belatung pada sayuran serta buah melon yang dibagikan kepada siswa sudah dalam kondisi berlendir dan tidak layak konsumsi.
“Pertama ada belatung di sayuran, lalu buah melon yang sudah berlendir, dan sekarang telur mentah. Ini menunjukkan adanya kesalahan yang berulang,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigemblong dari Yayasan Amanah Permas Agung, Rasudin, mengakui adanya distribusi telur mentah dalam menu MBG ke SMAN 1 Cigemblong. Ia menyebut jumlah telur tersebut mencapai sekitar 15 kilogram.
“Benar, telur sekitar 15 kilogram terdistribusikan dalam kondisi mentah ke SMAN 1 Cigemblong. Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian dalam pelaksanaan Program MBG,” ujar Rasudin.
Namun, Rasudin membantah bahwa jagung yang dibagikan dalam kondisi mentah. Ia menegaskan jagung tersebut telah melalui proses pemasakan meski belum sepenuhnya matang.
“Jagung itu setengah matang, bukan mentah. Proses pengecekan kematangan dilakukan menggunakan restimer, sehingga kami pastikan jagung tidak mentah,” katanya.
Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi akibat kelalaian petugas dapur. Menurutnya, telur mentah dan telur matang ditempatkan berdekatan sehingga tercampur saat proses pengemasan.
“Ini murni kelalaian dalam proses kerja, bukan unsur kesengajaan,” ujarnya.
Rasudin menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan, serta meningkatkan kedisiplinan petugas dapur guna memastikan kebersihan dan keamanan pangan.
“Setiap tahapan harus dilakukan pengecekan ulang. Jika prosedur dijalankan dengan benar, kejadian seperti ini dapat dihindari,” pungkasnya. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan