Beritabanten.com – Genderang konsolidasi politik Partai Gerindra di Banten mulai ditabuh. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, turun langsung mengukuhkan kepengurusan DPD dan DPC Gerindra se-Provinsi Banten. Bukan sekadar pelantikan organisasi, momentum tersebut menjadi penanda dimulainya penataan kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029.
Minggu, 1 November 2026, Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, menjadi saksi berkumpulnya jajaran pengurus Gerindra dari berbagai kabupaten dan kota di Banten. Di hadapan para kader, Dasco menyampaikan pesan yang tegas: partai harus kompak, bergerak bersama, dan memiliki satu tujuan.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Gerindra tengah memasuki fase penting dalam perjalanan politiknya. Setelah Prabowo Subianto menduduki kursi Presiden RI, partai yang menjadi kendaraan politiknya menghadapi tantangan baru. Gerindra tidak hanya dituntut mempertahankan kekuatan politik, tetapi juga membuktikan bahwa keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dasco memahami bahwa kekuatan partai tidak cukup dibangun melalui popularitas tokoh nasional. Organisasi harus memiliki akar yang kuat, struktur yang bekerja, dan kader yang hadir di tengah masyarakat.
“Pelantikan pada hari ini merupakan penerusan daripada langkah dan perjuangan kita untuk menguatkan partai kita di Provinsi Banten,” kata Dasco.
Ia meminta seluruh pengurus menjaga persatuan dan menyatukan langkah untuk memenangkan Gerindra sekaligus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 
[image](https://www.google.com/s2/favicons?domain=https://news.detik.com\&sz=32)
detiknews+1
## Dari Pelantikan Menuju Konsolidasi Akar Rumput
Penyerahan pataka partai kepada para pengurus menjadi bagian penting dalam prosesi pengukuhan. Simbol tersebut membawa pesan tentang tanggung jawab organisasi, loyalitas terhadap perjuangan partai, dan kewajiban membangun kekuatan Gerindra di wilayah masing-masing.
Namun, bagi Dasco, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah pelantikan selesai.
Ia meminta pengurus DPD dan DPC tidak berhenti pada kegiatan administratif maupun seremoni organisasi. Konsolidasi harus dilanjutkan hingga daerah pemilihan dan lingkungan masyarakat.
Dasco bahkan mengarahkan agar mulai Januari, Februari, dan Maret 2027, para kader sudah bergerak ke masyarakat melalui pembagian wilayah kerja berdasarkan daerah pemilihan maupun subdaerah pemilihan.
Instruksi tersebut memperlihatkan bahwa Gerindra mulai membangun persiapan politik dalam rentang waktu panjang. Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tetapi penataan organisasi, penguatan kader, dan pengenalan program partai membutuhkan proses yang tidak singkat.
Dalam politik elektoral, kekuatan organisasi sering kali ditentukan oleh kemampuan mengubah dukungan terhadap tokoh menjadi kepercayaan terhadap institusi partai.
Gerindra menghadapi pekerjaan itu di Banten. Popularitas Prabowo sebagai presiden dan posisi Andra Soni sebagai Gubernur Banten merupakan modal politik yang harus diterjemahkan menjadi kerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Keduanya merupakan faktor yang berbeda. Kepemimpinan pemerintahan memiliki tanggung jawab melayani seluruh masyarakat, sedangkan partai memiliki agenda memperkuat organisasi dan memperoleh dukungan politik. Karena itu, batas antara tugas pemerintahan dan kepentingan partai perlu dijaga.
## Andra Soni dan Pekerjaan Rumah Gerindra Banten
Di tengah konsolidasi tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Andra Soni, memiliki posisi strategis. Selain memimpin organisasi partai di tingkat provinsi, ia juga menjalankan mandat sebagai Gubernur Banten.
Andra mengajak seluruh kader menjaga semangat kebersamaan. Ia mengingatkan perjalanan politiknya ketika menerima mandat partai untuk maju dalam Pilkada Banten. Saat itu, menurut Andra, sempat muncul keraguan. Namun, keyakinan dan kerja bersama akhirnya mengantarkannya memenangkan kontestasi.
“Saat perintah itu datang, ketidakyakinan itu dihilangkan dengan penuh keyakinan dan akhirnya kita menjadi pemenang. Tidak ada target yang mustahil jika kita berkomitmen dan bekerja bersama,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari narasi konsolidasi yang dibangun Andra. Ia ingin kemenangan politik tidak berhenti sebagai pencapaian personal, tetapi menjadi energi untuk memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah.
Andra menyampaikan bahwa konsolidasi internal akan diarahkan pada pembentukan struktur partai hingga anak ranting, desa, kelurahan, bahkan tempat pemungutan suara (TPS). Targetnya, Gerindra memiliki jaringan organisasi yang lebih merata dan mampu menjangkau masyarakat secara langsung. 
[image](https://www.google.com/s2/favicons?domain=https://gerindrabanten.or.id\&sz=32)
DPD Gerindra Banten+1
## Mengawal Program Pemerintah, Menjaga Kepercayaan Rakyat
Konsolidasi Gerindra Banten juga dikaitkan dengan pelaksanaan program pemerintahan Prabowo. Andra menyebut sejumlah program Pemerintah Provinsi Banten telah diselaraskan dengan Asta Cita, terutama agenda pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi.
Program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera menjadi salah satu contoh. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat perdesaan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten menjalankan program sekolah gratis bagi siswa jenjang SMA sebagai upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan.
Bagi Gerindra, program-program tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab politik untuk memastikan kebijakan pemerintah memberikan manfaat konkret kepada masyarakat.
Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga agar dukungan politik tidak mengaburkan evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan. Masyarakat tetap berhak mengukur keberhasilan pembangunan berdasarkan manfaat, pemerataan, kualitas pelayanan, dan dampak kebijakan.
Partai yang berada di pemerintahan juga menghadapi tuntutan lebih besar untuk menunjukkan akuntabilitas. Keberhasilan tidak cukup diklaim melalui kegiatan organisasi, tetapi harus tercermin dalam perubahan kehidupan masyarakat.
## Menuju 2029: Soliditas atau Sekadar Mobilisasi?
Target Gerindra Banten menghadapi Pemilu 2029 mencakup penguatan perolehan kursi legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah. Andra secara terbuka menyampaikan ambisi meningkatkan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI.
Karena itu, pengukuhan pengurus kali ini dapat dibaca sebagai awal persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Akan tetapi, ada pekerjaan yang tidak sederhana. Gerindra harus memastikan bahwa struktur organisasi yang telah dikukuhkan benar-benar berfungsi. Pengurus tidak boleh hanya tercatat dalam surat keputusan, tetapi harus memiliki program, pembagian tanggung jawab, dan aktivitas yang terukur.
Kaderisasi juga menjadi persoalan penting. Regenerasi kepemimpinan harus membuka ruang bagi anak muda, perempuan, kalangan profesional, tokoh masyarakat, serta kelompok yang selama ini belum memiliki akses luas terhadap struktur politik.
Banten memiliki karakter sosial dan politik yang beragam. Persoalan masyarakat perkotaan Tangerang Raya tidak selalu sama dengan kebutuhan masyarakat perdesaan di Lebak dan Pandeglang. Persoalan industri di Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon juga memiliki karakter berbeda dengan persoalan pertanian, infrastruktur, dan akses pendidikan di wilayah selatan Banten.
Karena itu, konsolidasi partai membutuhkan kemampuan memahami kebutuhan lokal, bukan sekadar menyeragamkan instruksi dari pusat.
Pada akhirnya, pesan Dasco di ICE BSD menyimpan dua agenda besar: memperkuat Gerindra sebagai organisasi politik dan mengawal pemerintahan Prabowo Subianto.
Keduanya berjalan beriringan, tetapi memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda. Partai diukur melalui kualitas organisasi, kaderisasi, dan dukungan politik. Pemerintahan diukur melalui pelayanan publik, kesejahteraan, serta keberhasilan pembangunan.
Gerindra Banten kini memasuki babak konsolidasi baru. Dasco telah memberikan komando, Andra Soni memegang kendali organisasi daerah, dan seluruh pengurus mendapatkan mandat untuk bekerja.
Pertanyaan besarnya bukan lagi seberapa meriah pelantikan berlangsung, melainkan seberapa jauh semangat di ICE BSD dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Sebab, dalam politik, mesin organisasi memang bisa dipanaskan melalui instruksi. Namun, kepercayaan rakyat hanya dapat dirawat melalui pengabdian, konsistensi, dan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. (Red).
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan