Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima sedekah daging untuk Palestina dan penyintas bencana Sumatra dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sebesar Rp853.100.000.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp354 juta untuk Palestina dan Rp499.100.000 untuk penyintas bencana di Sumatra.
Penyerahan tersebut secara simbolis dilakukan Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri, diterima langsung Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Apresiasi BAZNAS RI
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, mengapresiasi keluarga besar JSIT yang mempercayakan penyaluran sedekah daging melalui BAZNAS. Ia menegaskan, bantuan tersebut akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran.
Menurut Sodik, meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan menjadi modal penting dalam memperkuat solidaritas sosial, terutama di tengah situasi global dan bencana yang masih terjadi di berbagai wilayah.
“Luar biasa, JSIT mengamanatkan bantuan untuk Palestina, khususnya Gaza, dan juga untuk Sumatra. Terima kasih kepada JSIT Indonesia, ini menjadi doa sekaligus amanah yang harus kami pertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum JSIT, Ahmad Fikri menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran sedekah daging dari keluarga besar JSIT.
Ahmad Fikri menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari donasi para guru, siswa, dan orang tua murid di Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan, bantuan untuk Palestina sebesar Rp 354 juta disalurkan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza yang masih menghadapi krisis kemanusiaan. “Sementara bantuan untuk Sumatra lebih besar karena kebutuhan masyarakat terdampak bencana dinilai sangat mendesak,” jelasnya.

Menanamkan Nilai Kepedulian
Menurutnya, gerakan donasi ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan di lingkungan sekolah, khususnya bagi para siswa.
“Di sekolah-sekolah kami diajarkan bagaimana peduli terhadap kemanusiaan dan mendukung kemerdekaan. Ini merupakan wujud nyata pendidikan, bukan hanya teori di ruang kelas, tetapi juga aksi nyata melalui donasi dan sedekah daging,” kata Ahmad Fikri. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan