Beritabanten.com – Kualitas udara di Tangerang Selatan saat ini berada pada level yang memprihatinkan. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tanggal 6 Oktober 2024, indeks kualitas udara (IKU) di wilayah ini mencapai angka 215, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Data Kualitas Udara
- Indeks Kualitas Udara (IKU): 215 (kategori tidak sehat)
- Pusat Pemantauan Kualitas Udara (PPKU): Stasiun pemantauan di Ciputat mencatat partikel PM2.5 mencapai 90 µg/m³, jauh melebihi ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 25 µg/m³.
- Sumber Pencemaran: Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kualitas udara di Tangerang Selatan termasuk polusi dari kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan aktivitas industri di sekitar wilayah.
Dampak Terhadap Masyarakat
Kondisi ini menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan mencatat peningkatan keluhan pernapasan, seperti asma dan bronkitis, di kalangan warga.
“Kami mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah dan menggunakan masker saat keluar rumah untuk melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara yang buruk,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, dr. Mardiyanto.
Tindakan yang Ditempuh
Sebagai langkah responsif, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mengambil beberapa tindakan, termasuk:
- Peningkatan Pengawasan: Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi mencemari udara.
- Kampanye Lingkungan: Meluncurkan kampanye edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi polusi udara.
- Penghijauan: Menanam pohon di area publik untuk membantu meningkatkan kualitas udara.
Harapan untuk Masa Depan
Masyarakat berharap agar pemerintah terus mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kualitas udara.
“Kami ingin udara yang lebih bersih dan sehat untuk anak-anak kami,” kata salah satu warga, Ibu Siti, yang tinggal di Ciputat.
Dengan kondisi kualitas udara yang terus memburuk, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mengurangi sumber-sumber pencemaran agar Tangerang Selatan dapat kembali menjadi tempat yang layak huni bagi semua. (azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan