Beritabanten.com – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kembali ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka meninjau perkembangan penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Turut ke Flores Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Wakil Menteri Dalam Negeri, Kepala Basarna dan juga Kepala PVMBG.
Pada kesempatan ini, rombongan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau gudang logistik yang menyimpan barang bantuan untuk masyarakat yang terdampak erupsi.
Di Gudang ini Menko PMK mendapat penjelasan dari Kepala BNPB terkait stok barang bantuan yang masih cukup untuk beberapa minggu ke depan dan BNPB juga akan menambahkan kembali jika memang masih diperlukan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa barang yang tersedia dalam kondisi baik dan dapat dipergunakan oleh masyarakat.
Setelah meninjau gudang logistik, rombongan bertolak ke Pos Pengungsian Lewolaga untuk berdialog dengan pengungsi sekaligus meninjau fasilitas yang ada di pos pengungsian tersebut.
Kemudian agenda dilanjutkan dengan melihat langsung ke lokasi pembangunan hunian sementara dan juga hunian tetap.
Pada kesempatan ini, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan semua lokasi yang akan dijadikan hunian tetap ini masih terus dilakukan perencanaan yang matang.
Karena lahan yang akan dijadikan relokasi berasal dari bermacam-macam kepemilikan, ada yang menggunakan Kawasan hutan lindung, hibah dari masyarakat dan adat.
“Lahan yang ada merupkan hutan lindung, tanah adat besok dalam proses mediasi, ada tanah yang sudah diserahkan pemilik. Sehingga harus jelas. Masyarakat mau relokasi terpusat (yang ditetapkan), tidak ada penolakan, sampai saat ini ada juga sebagian yang mau relokasi mandiri.” kata Suharyanto.
“Artinya masyarakat menyadari kalau tinggal di tempat yang lama (terdampak erupsi sebelumnya) itu bahaya, mungkin tidak sekarang namun akan berbahaya bagi keturunan anak dan cucu,” lanjutnya.
Sementara itu, Menko PMK mengatakan, masyarakat yang dalam radius berbahaya sedang dipersiapkan tempat untuk relokasi.
“Dibawah kendali Kepala BNPB, sudah mulai dibangun hunian sementara (huntara), dalam waktu dua bulan ke depan huntara sudah jadi,” ucap Pratikno.
“Kita jangan menjauhkan warga dari kebunnya, kalau bisa kebunnya lebih dekat dijangkau dari hunian tetap. Masih perdalam (dikaji) lagi, kita menjaga betul agar pindah ini justru meningkatkan kualitas hidup masayarakat,” tutup Pratikno. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan