Beritabanten.com – Aktivitas di pasar-pasar tradisional Kota Cilegon belakangan ini menunjukkan lonjakan volume konsumen yang cukup signifikan. Fenomena ini menjadi hal yang biasa terjadi setiap kali menjelang bulan suci Ramadan, di mana masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan untuk menyambut datangnya bulan puasa, bersamaan dengan kenaikan harga beberapa komoditas pangan.

Menanggapi situasi ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Kota Cilegon mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan seperti ini biasanya terjadi dalam fase pertama menjelang Ramadan, yang berlangsung sekitar tiga hari hingga sepekan sebelum bulan puasa. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat yang memang biasa meningkat menjelang Ramadan.

Ketua DPC Ikappi Kota Cilegon, Doni Syachputra, menyatakan bahwa salah satu faktor yang memicu lonjakan permintaan adalah tradisi masyarakat yang sering menyajikan hidangan-hidangan spesial untuk menyambut awal Ramadan. Ia berharap pada fase pertama kenaikan harga ini, pemerintah dapat menjaga kelancaran pasokan bahan pangan di pasar agar distribusi tetap terjamin dan produksi dapat ditingkatkan.

Doni menambahkan, setelah fase pertama, pada pertengahan Ramadan permintaan akan mulai menurun. Namun, diperkirakan akan kembali meningkat menjelang penghujung Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

“Pada fase kedua, permintaan cenderung turun, namun akan kembali melonjak menjelang akhir Ramadan dan Idul Fitri,” ungkap Doni.

Ikappi, sebagai organisasi yang mewadahi pedagang pasar, juga mencatat bahwa pada fase kedua distribusi komoditas pangan sering terkendala, salah satunya akibat arus mudik Lebaran yang mengganggu pasokan. Untuk itu, Ikappi berharap pemerintah dapat memastikan pasokan pangan tetap stabil dan distribusi berjalan lancar selama periode ini.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa pada fase ketiga, yakni di akhir Ramadan hingga beberapa hari setelah Lebaran, banyak komoditas yang hilang dari pasar tradisional. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pedagang yang mudik dan tidak memiliki stok barang. “Kami berharap pemerintah dapat mengantisipasi masalah ini, agar masyarakat tetap bisa menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan lancar,” katanya.

Selain itu, Doni juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan menjelang Ramadan memaksa Ikappi untuk bekerja lebih keras dalam mengelola distribusi pangan. Mengingat permintaan yang meningkat pesat, yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 50 persen pada fase pertama, ia pun berharap pemerintah dapat lebih aktif dan serius menangani masalah harga pangan yang terjadi saat ini.

“Pemerintah harus lebih terlibat dalam mengatasi masalah harga pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Doni.

Ikappi berharap adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, sehingga pasokan pangan dapat tercukupi dengan baik selama Ramadan 1446 H dan Idul Fitri 2025. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com