Beritabanten.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mendalami temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dan konten aktual pada sejumlah game di platform Steam di Indonesia.
Temuan ini dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan, terutama bagi orang tua dalam menentukan kelayakan konten digital yang diakses anak.
Sebagai langkah lanjutan, Kemkomdigi melakukan investigasi menyeluruh, baik terhadap sistem klasifikasi di platform maupun dari sisi pengembang game sebagai produsen konten. Pendalaman dilakukan untuk mengidentifikasi akar persoalan secara utuh, mulai dari proses produksi hingga distribusi.
Dalam prosesnya, Kemkomdigi juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak Steam guna mempercepat klarifikasi terkait sistem rating yang diterapkan. Penelusuran turut dilakukan terhadap konten yang dinilai tidak selaras antara klasifikasi usia dan isi permainan.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa klasifikasi usia merupakan instrumen penting dalam perlindungan konsumen, khususnya anak dan remaja.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” ujar Sonny di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, regulasi klasifikasi usia gim menjadi terobosan penting setelah melalui proses panjang sejak 2014. Aturan tersebut kini resmi diterapkan melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2024 dan Permen Nomor 2 Tahun 2024.
“Setelah penantian panjang selama 10 tahun, akhirnya kita memiliki regulasi yang memberikan perlindungan serta kepastian bagi konsumen dan industri gim,” tegasnya.
Sebagai langkah cepat, pihak Steam telah menurunkan (take down) daftar rating gim yang bermasalah guna mencegah keresahan di masyarakat.
Penerapan IGRS juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
“Semua ini demi perlindungan konsumen dan keluarga di Indonesia. Orang tua kini memiliki panduan yang lebih pasti,” pungkas Sonny. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan