Beritabanten.com – Di tengah upaya memperkuat kualitas gizi generasi muda, Pemerintah Kabupaten Tangerang memilih memulai langkah dari ruang kelas. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), edukasi mengenai pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) diberikan kepada ratusan siswa sekolah dasar di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang melibatkan siswa dari SD Negeri 1, 2, 3, dan 4 Cikasungka itu tidak sekadar mengenalkan pentingnya makanan bergizi. Lebih dari itu, para siswa diajak memahami bagaimana memilih pangan asal hewan yang aman dikonsumsi sebagai bekal membangun pola hidup sehat sejak usia dini.

Kehadiran Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menambah semangat kegiatan tersebut. Menurutnya, program makan bersama bergizi yang dilaksanakan menjadi pelengkap dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Namun bagi Maesyal, nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya menu yang tersaji di atas meja. Momen makan bersama juga menjadi ruang membangun kedekatan antara pemerintah, guru, kepala sekolah, dan para siswa, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya disiplin, semangat belajar, dan menghormati orang tua serta guru.

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai standar pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal sejak dini.

Menariknya, meski setiap sekolah hanya mengirimkan sekitar 60 siswa, mereka diharapkan menjadi “duta kecil” yang akan menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya di sekolah. Dengan cara itu, edukasi tentang pangan ASUH diharapkan menjangkau lebih banyak anak tanpa harus mengumpulkan seluruh siswa dalam satu kegiatan.

Dukungan juga datang dari DPKP Provinsi Banten. Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ari Mardiana, menilai edukasi pangan ASUH semakin penting karena sebagian besar menu Program Makan Bergizi Gratis berasal dari produk hewani seperti telur dan daging ayam yang dikonsumsi secara rutin.

Ia berharap anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat makanan bergizi, tetapi juga memiliki kemampuan mengenali kualitas pangan yang mereka konsumsi setiap hari. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk membangun budaya konsumsi pangan yang sehat sekaligus mendukung keamanan pangan di masyarakat.

Melalui langkah sederhana di lingkungan sekolah, Pemkab Tangerang ingin menanamkan pemahaman bahwa makanan bergizi bukan hanya soal rasa kenyang, tetapi juga soal kualitas, keamanan, dan kesehatan. Dari ruang kelas di Cikasungka, pendidikan tentang pangan yang baik diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang akan mengiringi generasi muda menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com