Beritabanten.com – Dinas Pertanian atau Distan Kabupaten Lebak mengajak para petani untuk lebih bersemangat dalam menanam variatas padi Inpari 32.
Alasannya dia lebih unggul dengan hasil panen yang tinggi, mampu bertahan dari serangan hama dan penyakit dan beradaptasi cepat dengan berbagai kondisi lahan dan iklim
Selain itu, dijelaskannya, Inpari 32 mempunyai umur tanam relatif pendek yang pada gilirannya para petani bisa melakukan beberapa kali panen dalam waktu setahun.
Ke depannya, para petani yang menanam padi varietas Inpari 32 menjadi agen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan program swasembada pangan nasional.
“Benih varietas Inpari 32 itu produktivitas gabah kering pungutnya cukup tinggi hingga 8 ton per hektare,” kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar, dikutip dari koranjakarta, di Lebak, Banten, Selasa (8/7).
Pemerintah Kabupaten Lebak mengembangkan benih padi varietas Inpari 32 melalui UPTD Balai Benih Bojongleles.
Keunggulan benih tersebut, selain produktivitasnya tinggi juga umurnya sedang, sekitar 117 hari setelah tanam (HST) hingga memasuki musim panen dan bisa ditanam 2 sampai 3 kali dalam setahun di sawah irigasi.
Benih varietas Inpari 32 juga tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri beberapa strain dan cukup tahan terhadap blas daun. Malainya panjang, bulirnya banyak, dan kualitas berasnya bagus serta bening dan rasanya pulen, sehingga disukai konsumen.
Disamping itu, benih varietas Inpari 32 juga cocok untuk berbagai kondisi lahan, termasuk sawah irigasi, pasang surut yang kebanyakan ada di Lebak.
Karena itu, pemerintah daerah minta petani di Kabupaten Lebak menanam benih varietas Inpari 32, karena dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pangan serta peningkatan ekonomi.
Dengan produktivitas 8 ton itu, maka petani bisa menghasilkan pendapatan usaha tani sekitar Rp52 juta per hektare jika harga gabah basah Rp6.500/kg.
“Pendapatan sebesar itu dipastikan tingkat kesejahteraan petani semakin baik dengan tanam benih Inpari 32,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ahmad mengatakan sebagian besar petani menggunakan benih Inpari 32, karena memiliki keunggulan dibandingkan benih yang lainnya.
Sebelumnya, kata dia, petani selalu menggunakan benih varietas Ciherang, namun kerapkali terserang hama penyakit sehingga petani beralih ke benih varietas unggul Inpari 32.
“Kami optimis tanam kesatu dengan benih varietas Inpari 32 bisa panen Agustus mendatang,” kata Ahmad.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan