Beritabanten.com — Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan warga Makassar kompak bernyanyi di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Video tersebut beredar di media sosial dan terlihat dibagikan melalui Facebook @fajarjaya. Berdasarkan pantauan pada Sabtu (12/9/2026), puluhan warga tampak mengantre menggunakan sepeda motor di salah satu SPBU.

Alih-alih menunjukkan ketegangan akibat antrean panjang, sejumlah warga justru terlihat bernyanyi bersama sambil menunggu giliran mendapatkan BBM.

Dalam video tersebut juga terdapat tulisan yang berbunyi, “BBM langka d makassar warga kompak antri dan nyanyi delima.”

Suasana dalam rekaman memperlihatkan antrean kendaraan yang cukup padat. Sejumlah pengendara tampak mengenakan helm dan masih berada di sekitar kendaraannya sembari menunggu proses pengisian BBM.

Belum diketahui secara pasti lokasi SPBU maupun waktu pengambilan video tersebut. Namun, video itu muncul di tengah kabar mengenai panjangnya antrean BBM di sejumlah SPBU di Kota Makassar.

Fenomena tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Sebab, di balik aksi warga yang bernyanyi untuk mengusir kejenuhan saat mengantre, terdapat persoalan yang lebih besar mengenai ketersediaan dan distribusi BBM di masyarakat.

Antrean panjang membuat warga harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Bagi sebagian masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, kondisi tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Situasi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai tata kelola minyak dan gas bumi (migas), khususnya terkait distribusi BBM hingga ke tingkat SPBU.

Jika stok BBM disebut tersedia, masyarakat tentu membutuhkan kepastian mengapa antrean masih terjadi dan mengapa sejumlah SPBU mengalami kepadatan pengendara.

Sebaliknya, jika terjadi persoalan pasokan atau distribusi, pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Video warga yang bernyanyi di tengah antrean BBM pun akhirnya menjadi gambaran unik dari situasi yang sedang terjadi.

Warga memilih tetap santai dan bernyanyi sembari menunggu giliran. Namun, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat harus beradaptasi ketika akses terhadap kebutuhan energi mengalami kendala.

Publik kini menunggu penjelasan dari pemerintah dan pihak terkait mengenai kondisi BBM di Makassar, mulai dari ketersediaan stok, distribusi, hingga penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan BBM, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa distribusi energi berjalan dengan baik, adil, dan dapat memenuhi kebutuhan warga.

Di tengah antrean panjang tersebut, warga Makassar memang masih bisa bernyanyi dan bercanda. Namun, persoalan ketersediaan serta tata kelola BBM tetap menjadi pekerjaan serius yang membutuhkan jawaban dan solusi nyata dari pihak berwenang. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com