Beritabanten.com.– Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah di Kota Tangerang terus dilakukan untuk mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini. Hingga 28 Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 203.271 siswa SD, SMP, SMA atau sederajat.

Jumlah tersebut mencapai sekitar 59,4 persen dari total sasaran CKG sekolah di Kota Tangerang yang mencapai 342.310 siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi siswa, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan edukasi dan tindak lanjut yang diperlukan.

“Dari hasil skrining yang telah dilakukan, terdapat lima temuan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada siswa. Temuan tersebut meliputi kebugaran dengan hasil kurang, aktivitas fisik yang kurang, karies gigi, serumen telinga, serta kebugaran dengan hasil kurang sekali,” ujar dr. Dini, Senin (7/9/2026).

Lima Temuan Kesehatan Siswa Jadi Perhatian

Dari hasil pemeriksaan, kondisi kebugaran dan aktivitas fisik menjadi salah satu perhatian utama. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya mendorong anak agar lebih aktif bergerak dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai usia serta kemampuan masing-masing.

Menurut Dinkes Kota Tangerang, kebiasaan aktif bergerak sejak usia sekolah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Selain kebugaran, kesehatan gigi juga menjadi perhatian. Pemeriksaan CKG menemukan adanya karies gigi pada sejumlah siswa.

Kondisi tersebut diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga siswa, orang tua, dan pihak sekolah dapat melakukan langkah pencegahan maupun pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.

“Selain kebugaran, kesehatan gigi juga menjadi perhatian melalui temuan karies gigi. Pemeriksaan ini membantu siswa, orang tua, dan pihak sekolah mengetahui kondisi kesehatan gigi lebih awal sehingga dapat dilakukan edukasi mengenai kebersihan gigi serta pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan,” jelas dr. Dini.

Tak hanya kesehatan gigi, pemeriksaan juga menemukan masalah serumen atau penumpukan kotoran telinga pada siswa. Temuan ini menjadi bagian dari kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan maupun aktivitas belajar anak.

CKG Tidak Berhenti pada Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan kesehatan siswa nantinya tidak berhenti pada proses skrining. Temuan yang didapat dapat menjadi bahan edukasi dan tindak lanjut bersama antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan orang tua.

Langkah tersebut mencakup upaya membangun kebiasaan hidup sehat, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga kebersihan gigi, serta memperhatikan kesehatan telinga anak.

“Melalui CKG sekolah, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak siswa yang mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan siap mengikuti proses pembelajaran,” tutup dr. Dini. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com