Beritabanten.com – Pemerintah terus mendorong Indonesia menuju negara maju dengan target mencapai status berpendapatan tinggi pada 2045. Berbagai program pembangunan seperti hilirisasi, industrialisasi, investasi dan penguatan sumber daya manusia terus dilakukan untuk memperkuat perekonomian nasional.
Presiden Prabowo Subianto menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam agenda pembangunan. Namun, di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah dalam memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan perekonomian nasional tetap bergerak di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Dari sisi kemiskinan, BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau 8,25 persen dari total penduduk.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 tercatat 4,85 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat tantangan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain jumlah lapangan kerja, kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian. Pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan kerja dengan pendapatan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pemerintah kemudian mendorong hilirisasi sebagai salah satu strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Pengolahan komoditas di dalam negeri diharapkan dapat memperkuat industri nasional, menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Namun, perkembangan industri juga perlu diikuti peningkatan kualitas tenaga kerja. Masyarakat perlu mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri yang semakin berkembang.
Persoalan daya beli juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya terasa apabila peningkatan pendapatan masyarakat tidak mampu mengimbangi kebutuhan hidup.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan pembangunan ekonomi berjalan seimbang antara pertumbuhan dan pemerataan.
Investasi dan pembangunan industri diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
Target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 masih terbuka. Namun, keberhasilan target tersebut tidak hanya ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan.
Bagi masyarakat, ukuran kemajuan dapat dilihat dari hal-hal yang sederhana, seperti pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang meningkat, kebutuhan hidup yang terjangkau dan kehidupan keluarga yang semakin sejahtera.
Karena itu, perjalanan Indonesia menuju negara maju perlu memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan