Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan dukungan sarana dan prasarana pembelajaran bagi lembaga PAUD sebagai bagian dari strategi meningkatkan akses sekaligus mutu layanan pendidikan sejak usia dini.
Pemkot Tangsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk mendukung peningkatan fasilitas di sejumlah lembaga PAUD. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong keberhasilan program wajib belajar 13 tahun.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dipersiapkan sejak anak-anak berada pada fase awal pendidikan dengan dukungan lingkungan belajar yang berkualitas.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Benyamin.
Anak-anak merupakan aset penting dalam proses pembangunan Kota Tangerang Selatan di masa mendatang. Kualitas generasi yang dipersiapkan sejak usia dini akan menjadi penentu keberlanjutan pembangunan daerah, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kemajuan masyarakat secara keseluruhan.
Karena itu, investasi di sektor pendidikan anak usia dini tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan belajar, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul.
Anak-anak yang tumbuh dengan pendidikan berkualitas, lingkungan yang mendukung, serta nilai-nilai karakter yang kuat diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Bagi Kota Tangerang Selatan yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan modern, pembangunan manusia menjadi salah satu prioritas utama. Melalui penguatan layanan PAUD, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan kelak berkontribusi dalam mewujudkan Tangsel sebagai kota yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Penguatan pembelajaran PAUD juga menjadi perhatian dalam agenda pendidikan nasional karena masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan kemampuan dasar, karakter, dan kesiapan anak menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Peningkatan kualitas layanan PAUD tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses pendidikan, tetapi juga mencakup penguatan mutu pembelajaran, lingkungan belajar, serta peningkatan partisipasi anak dalam pendidikan prasekolah.
Data pendidikan nasional menunjukkan upaya peningkatan akses PAUD terus berjalan. Angka partisipasi sekolah usia 5–6 tahun di berbagai daerah mengalami peningkatan sebagai bagian dari percepatan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, penguatan PAUD di Tangerang Selatan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan fasilitas fisik, tetapi juga peningkatan kualitas proses belajar yang mendorong kreativitas, kemandirian, kemampuan sosial, dan karakter anak.
Dengan dukungan sarana yang memadai serta pembelajaran yang berkualitas, anak-anak Tangsel diharapkan tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi perubahan zaman dan menjadi bagian penting dalam pembangunan kota di masa depan.
Ia menjelaskan, peningkatan sarana dan prasarana PAUD menjadi salah satu program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2025–2029.
Melalui program tersebut, Pemkot Tangsel berharap semakin banyak anak mendapatkan kesempatan mengakses pendidikan berkualitas dengan fasilitas belajar yang memadai.
Fasilitas yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan anak.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Rizkia Fitria mengatakan, bantuan sarana dan prasarana tahun 2026 menjangkau sebanyak 115 satuan pendidikan PAUD.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 lembaga mendapatkan bantuan melalui APBD murni, sementara sisanya akan didukung melalui anggaran perubahan.
Penetapan lembaga penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pengawas PAUD formal serta penilik pendidikan nonformal.
Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada lembaga yang benar-benar membutuhkan penguatan fasilitas pembelajaran.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti meja dan kursi anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, hingga alat peraga edukatif.
“Ada meja, kursi untuk anak-anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, alat peraga edukatif, dan kebutuhan lainnya. Pengawas dan penilik memastikan setiap lembaga yang menerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan sarana pembelajaran,” kata Rizkia.
Menurutnya, pemenuhan fasilitas PAUD tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan sarana belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan penguatan layanan pendidikan sejak usia dini, Pemkot Tangsel berharap dapat mencetak generasi yang memiliki kemampuan akademik, karakter positif, serta daya saing untuk menghadapi tantangan masa depan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan