Beritabanten.com – Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh nasional. Pengusaha sekaligus anggota DPR RI, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh staf khusus almarhum. Sebelum berpulang, Rachmat Gobel disebut masih menjalankan aktivitas dan bekerja seperti biasa sehari sebelumnya.
Kepergian mendadaknya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Gorontalo, dunia usaha, serta para kolega di lingkungan politik nasional.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Rachmat Gobel meninggal dunia pada usia 63 tahun. Ia meninggalkan perjalanan panjang sebagai seorang pengusaha, tokoh yang memperkuat hubungan Indonesia-Jepang, mantan Menteri Perdagangan, serta wakil rakyat yang membawa aspirasi masyarakat Gorontalo.
Putra Gorontalo yang Meneruskan Warisan Industri
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962. Ia merupakan putra dari Thayeb Mohammad Gobel, tokoh industri nasional yang dikenal sebagai perintis industri elektronik Indonesia sekaligus pendiri kelompok usaha Gobel.
Terlahir dari keluarga pengusaha besar tidak membuat perjalanan hidup Rachmat berjalan tanpa tantangan. Ia tetap harus membuktikan kemampuan untuk menjaga, melanjutkan, dan mengembangkan warisan usaha keluarga.
Setelah menempuh pendidikan di Jepang, Rachmat kemudian dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki peran penting dalam hubungan industri Indonesia dan Jepang.
Pengalamannya di dunia bisnis membentuk karakter kepemimpinannya, terutama dalam hal kedisiplinan, kerja keras, inovasi, serta membangun kepercayaan dalam hubungan jangka panjang.
Setelah ayahnya wafat pada 1984, tanggung jawab terhadap bisnis keluarga secara bertahap berada di pundaknya. Dalam perjalanan berikutnya, ia menjadi sosok penting dalam perkembangan kelompok usaha Gobel dan kerja sama panjang dengan Panasonic.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah nama besar tidak cukup hanya diwarisi. Sebuah warisan harus dijaga melalui kerja keras, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menghadapi perubahan.
Melewati Krisis dan Perubahan Zaman
Perjalanan Rachmat Gobel di dunia industri tidak selalu berjalan mudah. Krisis ekonomi 1998 menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi dunia usaha nasional, termasuk kelompok usaha yang dipimpinnya.
Namun, situasi sulit tersebut juga menjadi ujian bagi kemampuan seorang pemimpin dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Rachmat Gobel melanjutkan perjalanan bisnisnya di tengah perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan persaingan global yang semakin ketat.
Ia dikenal membawa pandangan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam nilai-nilai perusahaan yang diwarisinya, terdapat prinsip seperti dedikasi, kejujuran, keadilan, kerja sama, perbaikan berkelanjutan, kerendahan hati, kemampuan beradaptasi, serta rasa syukur.
Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang perjalanan hidupnya. Sebab keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan atau besarnya usaha yang pernah dipimpin, tetapi juga dari manfaat yang ditinggalkan setelah kepergiannya.
Dari Dunia Usaha ke Ruang Pengabdian
Pengalaman panjang di dunia industri kemudian membawa Rachmat Gobel memasuki dunia pelayanan publik.
Pada 2014, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja. Meski masa jabatannya tidak berlangsung lama, penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan negara terhadap pengalaman dan kapasitasnya dalam bidang industri serta perdagangan.
Karier politiknya kemudian berlanjut bersama Partai NasDem.
Pada Pemilu 2019, Rachmat Gobel terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo. Pada periode 2019–2024, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Ia kembali mendapatkan mandat rakyat dengan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.
Bagi Rachmat Gobel, Gorontalo bukan hanya daerah pemilihan, tetapi bagian dari identitas dan pengabdian.
Dalam berbagai kesempatan, ia menaruh perhatian pada pembangunan daerah, industrialisasi, ketahanan pangan, penghijauan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Memperkuat Hubungan Indonesia-Jepang
Salah satu jejak penting Rachmat Gobel adalah perannya dalam membangun hubungan Indonesia dan Jepang.
Latar belakang pendidikan, pengalaman bisnis, dan jaringan yang dimilikinya membuat ia memahami karakter kedua negara tersebut.
Hubungan yang dibangun selama puluhan tahun menunjukkan bahwa kepercayaan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui konsistensi dan komitmen jangka panjang.
Perjalanan tersebut menjadi contoh bahwa reputasi dibangun secara perlahan, tetapi dapat menjadi warisan yang bernilai besar.
Nilai yang Ditinggalkan Rachmat Gobel
Kepergian seseorang menjadi pengingat bahwa jabatan memiliki batas waktu, sementara nilai dan kontribusi dapat bertahan lebih lama.
Dari perjalanan hidup Rachmat Gobel, terdapat sejumlah pelajaran yang dapat dikenang.
Pertama, warisan bukan hanya sesuatu yang diterima, tetapi tanggung jawab yang harus dijaga. Lahir dari keluarga pengusaha besar membuatnya memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan nama baik dan mengembangkan apa yang telah diwariskan.
Kedua, kemampuan beradaptasi menjadi kunci dalam menghadapi perubahan. Rachmat Gobel melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari dunia industri, krisis ekonomi, pemerintahan, hingga politik.
Ketiga, dunia usaha tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga manfaat sosial. Perusahaan yang berkembang juga memiliki tanggung jawab menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.
Keempat, pencapaian tidak membuat seseorang harus melupakan akar kehidupannya. Setelah mencapai tingkat nasional dan internasional, Rachmat Gobel tetap memberikan perhatian kepada Gorontalo sebagai tanah leluhurnya.
Kelima, jabatan akan berakhir, tetapi nama baik akan tetap dikenang. Berbagai posisi yang pernah dijalaninya menjadi bagian dari perjalanan hidup, namun yang tersisa adalah nilai dan kontribusi yang diberikan kepada orang lain.
Selamat Jalan, Rachmat Gobel
Indonesia tidak hanya kehilangan seorang pengusaha atau politisi.
Bangsa ini kehilangan seorang putra Gorontalo yang menghabiskan hidupnya di antara dunia industri dan pengabdian publik, seorang penerus keluarga yang menjaga warisan, serta seorang tokoh yang berusaha menghubungkan pengalaman bisnis dengan kepentingan masyarakat.
Seperti setiap manusia dan tokoh publik lainnya, perjalanan Rachmat Gobel tentu memiliki berbagai penilaian dan pandangan. Namun, kepergian seseorang juga menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi serta mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya.
Pada akhirnya, kehidupan bukan hanya tentang berapa lama seseorang hidup, tetapi tentang apa yang dilakukan selama kesempatan itu diberikan.
Selamat jalan, H. Rachmat Gobel.
Semoga seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafannya mendapat ampunan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan