Beritabanten.com – Matahari belum terlalu tinggi ketika Alun-alun Pamulang, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang pada Minggu 28 Juni 2026.

Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lain menggenggam kupon sambil berharap masih kebagian paket sembako murah. Antrean perlahan memanjang, namun tak menyurutkan semangat mereka yang sejak pagi rela menunggu.

Di sudut lain, pelaku usaha mikro mulai menata dagangan. Anak-anak berlarian menikmati permainan, sementara panggung hiburan bersiap menyambut pengunjung hingga malam nanti. Hari itu, Alun-alun Pamulang bukan sekadar ruang terbuka, melainkan tempat ribuan warga berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara, Polri menggelar Pasar Rakyat yang menghadirkan paket sembako murah, bazar UMKM, hiburan keluarga, hingga nonton bareng. Program itu digelar serentak di lima wilayah, termasuk Tangerang Selatan.

Asisten Logistik Kapolri, Irjen Suwondo Nainggolan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Polri lahir dari masyarakat, jadi memang harus kerja untuk masyarakat. Semua sumber daya yang ada di kami berasal dari rakyat dan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk perlindungan, pengayoman, dan pengabdian,” ujarnya.

Komitmen itu terasa nyata bagi Ida, warga Pamulang Timur. Ia berhasil membawa pulang dua paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula dengan harga sekitar separuh dari harga pasar.

Di tengah naiknya kebutuhan rumah tangga, selisih harga itu berarti banyak bagi keluarganya.

“Harganya lebih murah sekali dari pasar, beda setengah harga. Mau diulangi lagi, namun saran saya untuk antrean diatur agar tidak membludak. Selamat ulang tahun Bhayangkara ke-80, semoga semakin maju,” katanya.

Pasar Rakyat tidak hanya menghadirkan sembako murah. Bazar UMKM memberi kesempatan bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produknya kepada ribuan pengunjung yang datang silih berganti. Hiburan yang disiapkan sepanjang hari pun membuat suasana terasa lebih seperti pesta rakyat daripada sekadar kegiatan seremonial.

Bagi banyak warga, yang mereka bawa pulang bukan hanya sekantong sembako. Mereka juga membawa pengalaman berkumpul bersama tetangga, menikmati hiburan bersama keluarga, dan merasakan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya pelayanan, ekonomi rakyat, dan kebersamaan.

Di tengah hiruk-pikuk antrean dan keramaian Alun-alun Pamulang, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 menghadirkan pesan sederhana: pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar, tetapi juga melalui langkah-langkah kecil yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari warga. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com