Beritabanten.com – Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri peluncuran Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir di Desa Warloka Pesisir, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zainut menegaskan bahwa program Kampung Nelayan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

“Peluncuran Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir bukan hanya simbolik, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat nelayan agar lebih mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Zainut juga mengapresiasi konsistensi Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Ia menilai, langkah BSI sejalan dengan visi BAZNAS dalam membangun ekosistem pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Menurutnya, kehadiran lembaga keuangan syariah di tingkat desa memiliki peran strategis, terutama dalam membuka akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi nelayan kecil.

“Pendekatan berbasis syariah di akar rumput diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang selama ini terkendala akses dan permodalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program Kampung Nelayan sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar berdampak produktif.

“Kami berharap masyarakat penerima manfaat ke depan dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga ke pelosok desa.

Ia menjelaskan, Kampung Nelayan BSI Warloka merupakan desa binaan ke-21 dari total 23 desa yang telah dikembangkan sejak BSI berdiri. Khusus di Warloka, BSI menyalurkan bantuan berupa 19 unit perahu kepada sekitar 143 kepala keluarga.

“Kami ingin kontribusi BSI tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga oleh masyarakat desa, termasuk nelayan,” ujarnya.

Anggoro menambahkan, program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, yang menekankan pembangunan berbasis desa dan penguatan ekonomi rakyat.

Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 1.000 kampung nelayan hingga 2026. Sebagai bagian dari bank milik negara, BSI menyatakan siap berkontribusi aktif dalam mendukung agenda tersebut.

Peluncuran program ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya unsur pemerintah daerah, otoritas keuangan, serta perwakilan instansi teknis terkait di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com