Beritabanten.com – Adalah Sekolah Lansia di Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong Utara Kota Tangsel bergerak mendidik dan membuat hidup jadi bahagia dalam menikmati sisa usia.

‘Sehat Bahagia’ terasa menggema dalam ruang sederhana tapi penuh makna di Kelurahan Lengkong Wetan pada hari ini Rabu 22 April 2026.

Terlihat jelas terdapat upaya serius terencana dalam mendampingi kaum lansia agar tetap menjalani hidup penuh rasa syukur dan optimis.

Ini mengingatkan bahwa penuaan sering kali dipandang sebagai fase penurunan, baik secara fisik, sosial, maupun produktivitas.

Namun, inisiatif sekolah lansia di Tangerang Selatan menghadirkan perspektif berbeda: usia lanjut bukan akhir dari proses belajar, melainkan babak baru untuk tetap tumbuh, berdaya, dan terhubung dengan lingkungan.

Program sekolah lansia yang mulai berkembang di berbagai kelurahan di Tangsel menjadi angin segar di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.

Di ruang-ruang sederhana seperti balai warga, aula kelurahan, atau fasilitas komunitas, para lansia berkumpul bukan sekadar untuk mengisi waktu, tetapi untuk memperkaya diri.

Mereka belajar tentang kesehatan, keterampilan hidup, literasi digital dasar, hingga penguatan mental dan spiritual.

Lebih dari itu, sekolah lansia berperan penting dalam membangun kembali rasa percaya diri para pesertanya. Banyak lansia yang sebelumnya merasa terpinggirkan kini menemukan ruang untuk didengar, dihargai, dan tetap berkontribusi.

Interaksi sosial yang terbangun juga membantu mengurangi risiko kesepian dan depresi, dua persoalan yang kerap luput dari perhatian dalam isu penuaan.

Namun, keberlanjutan program ini tidak bisa hanya bergantung pada semangat komunitas.

Dukungan pemerintah daerah, kolaborasi dengan tenaga kesehatan, akademisi, dan organisasi sosial menjadi kunci agar sekolah lansia tidak sekadar menjadi program simbolis. Kurikulum yang adaptif, fasilitator yang terlatih, serta akses yang inklusif harus menjadi perhatian utama.

Tangsel telah memulai langkah yang tepat. Kini, tantangannya adalah memastikan gerakan ini meluas dan mengakar. Sebab, masyarakat yang menghargai lansianya adalah masyarakat yang sedang menyiapkan masa depannya sendiri.

Sekolah lansia bukan hanya tentang belajar di usia senja—ini tentang memanusiakan usia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com