Beritabanten.com – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dikejutkan oleh fenomena hujan pasir yang terjadi pada Jumat (28/11).

Peristiwa ini membuat langit mendadak gelap, lalu butiran pasir turun deras dan menutupi jalan serta permukiman warga. Kejadian tersebut terekam dalam sejumlah video dan langsung menyebar luas di media sosial.

Dalam rekaman warga, hujan pasir menurunkan partikel debu dalam jumlah banyak hingga menyebabkan jarak pandang menurun drastis.

Pengendara sepeda motor terlihat terpaksa menepi untuk membersihkan kaca helm dan kendaraan mereka. Sejumlah warga juga melaporkan bahwa kondisi jalan menjadi licin akibat bercampurnya air hujan dan pasir.

Peristiwa ini menimbulkan berbagai dampak bagi aktivitas warga. Gangguan pada transportasi menjadi salah satu keluhan utama karena banyak kendaraan melaju lambat untuk menghindari kecelakaan.

Selain itu, debu yang menempel di rumah, kendaraan, dan area terbuka membuat warga harus melakukan pembersihan ekstra.

Terdapat kekhawatiran terkait potensi gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, akibat partikel debu halus yang terbawa angin. Meski begitu, hingga kini belum ada laporan medis terkait dampak kesehatan langsung dari fenomena tersebut.

Warga menduga hujan pasir dipicu oleh aktivitas industri yang berada tidak jauh dari permukiman. Debu dari proses produksi material bangunan atau pabrik bata diduga terbawa angin, lalu turun bersamaan dengan hujan.

Namun dugaan ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi lingkungan hidup.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Tangerang segera melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber debu dan mengevaluasi kepatuhan industri terhadap standar emisi.

Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun otoritas setempat mengenai penyebab hujan pasir di Balaraja. Naskah ini disusun berdasarkan laporan warga dan unggahan media sosial yang beredar. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com