Beritabanten.comWali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, merespons cepat laporan warga terkait keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Pojok.

Laporan tersebut masuk melalui layanan Lapor Mbak Wali 112, dan langsung ditindaklanjuti oleh Wali Kota dengan menginstruksikan Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait untuk turun langsung ke lokasi.

Petugas gabungan kemudian menenangkan situasi serta memberikan penanganan medis awal kepada ODGJ yang bersangkutan.

“Begitu laporan masuk, kami segera bergerak. Kenyamanan dan keselamatan warga adalah prioritas, namun hak-hak ODGJ juga tidak boleh diabaikan mereka berhak mendapatkan pengobatan,” ujar Vinanda yang akrab disapa Mbak Wali.

Mbak Wali menegaskan bahwa Pemkot Kediri berkomitmen memberikan pendampingan yang menyeluruh, guna memastikan keamanan masyarakat serta perawatan yang layak bagi para ODGJ.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika terdapat kondisi yang berpotensi mengganggu lingkungan, termasuk soal ODGJ, melalui kanal Lapor Mbak Wali 112.

“Terima kasih kepada warga yang sigap melapor. Ini menunjukkan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman. Pemerintah hadir dan akan menindaklanjuti setiap laporan. Yang penting, kita menolong dengan cara yang baik tanpa menyakiti mereka yang sedang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur, menjelaskan bahwa sejak Minggu sore hingga malam, tim dari Dinsos bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah melakukan penilaian di lokasi. Ditemukan bahwa satu keluarga di sana memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Salah satu anggota keluarga yang mengalami ODGJ telah meninggal dunia, sementara adiknya, Wahyudi, saat ini dirawat di Panti ODGJ milik Pemprov Jawa Timur, RSBL Butuh Kras. Sementara itu, ODGJ yang mengamuk dan menjadi perhatian warga adalah Fauzan.

Tim medis dari Puskesmas telah memberikan injeksi penenang kepada Fauzan, Satpol PP menangani keamanan, dan Dinas Sosial melakukan penempatan sementara di shelter sambil observasi lanjutan pasca-injeksi.

“Saat ini Fauzan berada di Barak Semampir. Kondisinya sudah lebih tenang setelah mendapatkan injeksi, namun belum bisa diam. Bila kondisinya tidak membaik dan dokter merujuk, maka ia akan segera dirujuk ke RS Jiwa Lawang di Malang,” jelas Paulus.(Hny)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com