Beritabanten.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menghadiri kegiatan Kajian Kitab Kuning oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel di Islamic Center Baiturrahmi BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel pada hari ini Selasa pagi (22/4/2025).
Dia menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut karena bisa membangun kesadaran tata cara beribadah yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam.
Hal tersebut berdasarkan pengalaman dirinya yang sering melihat anak muda yang menggunakan ponsel di saat khotib di atas mimbar. Padahal, dikatakan, mendengarkan khotib merupakan rukun dari shalat jumat seserang.
“Saya sih bukan ahli agama, tapi kan urusan rukun shalat jumat itu sudah jelas harus duduk rapih mendengarkan khutbah, bukan malah main ponsel,” katanya di hadapan jamaah Kajian Kitab Kuning tersebut, Selasa.
Dia juga kerap mendengarkan orang yang mengaji Al-Quran di pengerah suara masjid yang marak di bulan suci Ramadhan, tapi terasa janggal.
“Saya juga tidak mengerti betul ilmu tajwid (tata cara baca Al-Quran, red), tapi kalau mendengar sebagian yang mengaji di masjid pas lewat ada yang terasa janggal,” akunya.
Karenanya, dia memandang acara tersebut sangat bermanfaat buat dirinya dan masyarkat pada umumnya. Bahkan dia menjanjikan akan menyelenggarakan kajian serupa di lingkungan Pemerintahan Kota Tangsel.
“Para ASN nanti akan mengikuti kajian serupa yang diadakan oleh Pemkot Tangsel. Kami akan memulai dari lingkungan terdekat sendiri,” ucapnya.
Dugaan Bang Ben, demikian biasa disapa, kegiatan tersebut akan banyak diminati oleh kalangan ASN di lingkungan Pemkot Tangsel. Apalagi kalau yang mengikuti juga para atasan mereka sebagai cara memperkuat pemahaman dan ajang silaturhami.
“Saya pastikan nanti akan kami hadirkan Kajian Kitab Kuning untuk jajaran kami di Pemkot Tangsel. Saya yakin banyak peminatnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Tangsel KH Saidih yang hadir saat itu menyambut baik rencana kegiatan serupa yang akan dilaksanakan di internal Pemkot Tangsel.
“Alhamdulillah kalau gitu mah bagus buat kita semua. Apa yang menjadi program MUI Kota Tangsel bisa membantu menguatkan pemahaman keagamaan ASN,” ucapnya.
Dia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas support Pemkot Tangsel atas semua kegiatan yang terus dilaksanakan MUI Kota Tangsel.
Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah Pamulang tersebut juga menegaskan bahwa misi utama yang harus dipegang oleh MUI Kota Tangsel adalah menjadi pelayan tebaik baik umat. Kajian Kitab Kuning, dikatakan, sebagai cara paling efektif untuk menjalin silaturahmi sekaligus menguatakan pengetahuan agama.
“Para peserta bisa seluasa bertanya langsung pada ahlinya agar nanti juga bisa disebarkan di lingkungan masing-masing,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan