Beritabanten.com – Pemerintah Kota Bogor mengadakan acara Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Duta Kependudukan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Kemarin.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang telah berkontribusi dalam program SSK.
Menurut Hery, program ini sangat vital untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu kependudukan, khususnya bagi generasi muda.
Ia juga memberikan apresiasi kepada empat sekolah SSK yang berhasil meraih klasifikasi Paripurna, yaitu SMP Negeri 1 dan SMP Rimba Taruna untuk kategori SMP, serta SMA Kosgoro dan SMA Negeri 1 untuk kategori SMA.
Hery menekankan pentingnya peran Duta Kependudukan dalam menyebarkan pemahaman mengenai isu-isu kependudukan di kalangan siswa, terutama dalam pencegahan stunting.
“Duta Kependudukan sangat penting karena mereka adalah generasi muda yang diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang isu-isu kependudukan, termasuk isu relevan seperti perundungan, pinjaman online ilegal, serta penurunan stunting,” jelas Hery, kemarin.
Hery juga mencatat tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, seperti rendahnya literasi finansial di tengah tingginya akses internet.
“Isu kependudukan adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita sampaikan isu ini dengan baik agar dapat membangun mental dan pemahaman siswa kita agar siap menghadapi tantangan,” kata Hery.
Di tempat yang sama, Fazar Supriadi Sentosa, perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), memberikan penghargaan khusus kepada Kota Bogor atas pencapaian inovatifnya dalam menghadirkan Duta Kependudukan pertama di Indonesia.
Fazar menilai pencapaian ini sebagai langkah penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan kependudukan yang berkelanjutan.
“Berbagai isu kependudukan, seperti tingginya arus migrasi, jumlah penduduk usia muda yang besar, dan pentingnya mempersiapkan generasi produktif serta penduduk usia lanjut yang sehat, menjadi tantangan utama kita,” ujarnya.
Kehadiran SSK di Kota Bogor, yang telah terbentuk di lima SMP dan lima SMA, menjadi model efektif dalam pendidikan formal mengenai kependudukan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, juga hadir untuk menjelaskan tujuan dan manfaat SSK bagi sekolah-sekolah di Kota Bogor.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan Kota Bogor dapat semakin meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kependudukan di kalangan generasi muda untuk masa depan yang lebih baik. (Shv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan