Beritabanten.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengakui isu Megathrust sebabkan penurunan jumlah wisatawan bahkan ada yang membatalkan akomodasi.
“Kita melihat di kedatangan wisatawan di Pandeglang per bulan Agustus mulai menurun, terutama kunjungan wisata pantai,” katanya ketika hadir dalam Weekly Brief With Sandiaga Uno melalui kanal daring pada Senin 26/8/2024.
“Ada yang telah booking akomodasi untuk September dan Oktober terus dibatalkan. Kabarnya di Tanjung Lesung ada berapa grup yang cancel karena isu ini,” dia tambahkan.
Dia tetap berharap isu tersebut tidak diramaikan lebih masif, karena kemungkinan kedatangan wisatawan di liburan akhir tahun.
“Isu ini jangan digaungkan kencang, apalagi jelang akhir tahun,” pinta dia.
Namun dia, mengakui ada faktor lain dari penurunan wisatawan ke Pandeglang yakni karena sudah masuk sekolah.
Selain itu, Rahmat jelaskan tempat wisata di Pandeglang selain pantai, terdapat wisata alam yang salah satunya adalah aman Nasional Ujungkulon.
“Ada tiga gunung yang tidak tinggi dan aman,” ucapnya.
“Taman Nasional Ujung Kulon dengan badak bercula satu yang per tanggal 10 November 2023 memiliki Geopark Nasional Ujung Kulon yang meliputi 8 Kecamatan dan KEK Tanjung Lesung,” sambungnya.
“Kemudian kita itu punya wisata budaya Makam Syekh Asnawi yang selalu ramai diziarahi oleh masyarakat berbagai daerah dari berbagai daerah, tak hanya Pandeglang bahkan di luar Banten,” pungkasnya.
Diberitakan, Pemkab Pandeglang telah melakukan langkah mitigasi bersama BMKG dan BPBD dengan memasang di 22 titik deteksi dini, termasuk Early Warning System di Tanjung Lesung dan pantai Labuan dan sirene tsunami. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan