Beritabanten.com – Wakil menteri investasi dan hilirisasi sekaligus wakil kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPM), Todotua Pasaribu respons petunjuk teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG).di Kota Tangerang Selatan.

Menurut dia, program tersebut tetap berjalan di Tangsel secara bertahap karena merupakan keinginan kuat dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam perjalanan program tersebut, dikatakan, butuh proses dengan berbagai perbaikan dan tahapan di masa mendatang.

“Mungkin sambil bertahap, sebenarnya program ini keinginan besar pemerintah, keinginan baik ini yang penting kita jalankan dulu bahwa dalam pelaksananya itu nanti butuh proses, butuh tahapan, butuh perbaikan dan lain-lain itu saya pikir tidak ada masalah,” kata Todotua Pasaribu, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (13/1/2024).

Meskipun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan program makanan bergizi bagi siswa di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Kata Todotua, pemerintah optimis bahwa niat baik dan keinginan Presiden serta pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan pendidikan di Indonesia akan memberikan dampak positif yang luas.

“Karena adik-adik di kelas pada saat mereka proses makan itu ada interaksi ada interaksi, jadi ini bisa juga membentuk karakter karakter daripada sumber daya manusia itu dengan baik,” kata Todotua.

Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor UMKM. Dapur-dapur yang menyuplai makanan bergizi untuk para siswa melibatkan masyarakat setempat, sehingga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar sekolah.

“Disamping itu juga program ini juga kita juga bisa membamtu sektor-sektor UMKM karena pelaksanaannya ini dapur-dapur itu yang melaksanakan daripada masyarakat di sekitar sini masyarakat di sekitar sekolah itu sendiri atau tempat-tempat pelaksanaan kegiatan makanan bergizi itu sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, program makanan bergizi ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga membangun karakter siswa melalui interaksi selama waktu makan.

Hal ini diyakini dapat memperkuat kedisiplinan dan kebersamaan di kalangan siswa, sekaligus mendukung pembentukan karakter mereka.

“Jadi ini adalah program yang besar dan juga bisa mencapai sasaran yang baik UMKM, masyarakatnya, karakter fundamentalnya, dan gizi semuanya tercapai, ini program yang luar biasa,” demikian dia menutup. (Red).

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com