Beritabanten.com – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie resmi menutup ‘Tangsel Orchid Festival 2024’ yang berlangsung selama 4-8 Desember 2024 di BXC Bintaro Exchange, pada Minggu (8/12/2024). 

Gelaran ini menampilkan keindahan anggrek dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Malang, dan Pekanbaru, menjadikan eksibisi ini berkelas nasional. 

Anggrek, sebagai ikon khas Kota Tangsel, menjadi sorotan utama dalam festival yang dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga komunitas pecinta anggrek ini. 

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyampaikan kebanggaannya atas peran anggrek dalam memperkuat citra kota. Ia juga menyoroti pentingnya festival ini untuk diselenggarakan setiap tahun dan menjadi ajang dalam mempromosikan Tangsel ke kancah nasional. 

“Tangsel Anggrek Festival ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kreativitas, kemudian juga sekaligus mempromosikan potensi Kota Tangerang Selatan di bidang flora,” ujar Benyamin Davnie di BXC Bintaro Exchange. 

Hasil Kolaborasi Berbagai Pihak

Acara yang digelar oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DPC Tangerang Selatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, dan Komisi 2 DPRD Tangsel. 

Kolaborasi ini, menurut Benyamin, menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota. 

Benyamin menegaskan bahwa festival ini tidak hanya bertujuan untuk memamerkan keindahan anggrek tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Tangsel. 

“Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk memperkenalkan produk-produk lokal seperti batik bermotif anggrek, bonsai, dan makanan khas Tangsel ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya. 

Untuk masa depan, Benyamin mengusulkan festival ini menjadi agenda tahunan yang lebih besar dengan mengundang komunitas anggrek dari seluruh Indonesia. 

Festival ini juga menyuarakan komitmen Tangsel untuk terus berkembang menjadi kota yang ramah lingkungan dan inovatif. 

“Orchid Festival ini membawa pesan bahwa Tangsel sedang berbenah menuju kota yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih berdaya saing,” tuturnya. 

Anggrek, Simbol Identitas dan Keunggulan Kota Tangsel 

 Sebelumnya, Benyamin Davnie menyampaikan kebanggaannya atas peran anggrek dalam memperkuat citra kota. 

“Sebagai wali kota, saya merasa sangat bangga bahwa anggrek telah menjadi ikon Kota Tangerang Selatan, bahkan dalam beberapa desain batik Khas Tangerang Selatan selalu mendasarkan kepada anggrek,” ujarnya. 

Setiap tahun, desain batik berbasis anggrek selalu menjadi sorotan dalam perayaan ulang tahun kota. Bahkan, keindahan anggrek tidak hanya mencerminkan kekayaan alam, tetapi juga menggambarkan keunggulan budaya dan semangat masyarakat. 

Hal ini, menurut Benyamin, bukan hanya wujud pelestarian budaya, tetapi juga upaya strategis untuk memperkuat identitas daerah di tengah persaingan global. 

“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan keindahan anggrek, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budidaya anggrek,” kata dia. 

Festival ini tak hanya menampilkan keindahan tanaman hias, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), dan pelaku usaha untuk mendorong sektor anggrek ke tingkat nasional dan internasional. 

“Saya berharap dengan adanya festival ini, ciri khas Kota Tangerang Selatan dapat dipertahankan yaitu anggrek, juga menjadi motivasi bagi para petani anggrek dan diharapkan mampu mengenalkan potensi tanaman hias di Kota Tangerang Selatan di kancah nasional maupun internasional,” tandasnya. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com