Beritabanten.com — Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak melakukan intervensi atau “cawe-cawe” dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada tahun 2026.

Menurut Gus Lilur, NU merupakan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang memiliki kemandirian dalam menentukan arah kepemimpinan serta kebijakan organisasinya. Karena itu, proses muktamar harus berjalan secara demokratis dan bebas dari kepentingan politik praktis.

“NU bukan panggung politik dan bukan tempat mencari keuntungan elektoral. NU hadir untuk berkhidmat kepada umat melalui pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Lilur dalam kanal YouTube resmi Indra J. Piliang, sebagaimana dilihat pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh warga nahdliyin menginginkan Muktamar NU 2026 berlangsung dalam suasana yang kondusif, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.

Gus Lilur juga berharap pemerintah dapat menjaga jarak yang proporsional terhadap dinamika internal NU sehingga independensi organisasi tetap terpelihara dan kepercayaan warga terhadap proses muktamar tidak terganggu.

Menurutnya, kepengurusan yang dipimpin Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf telah membawa NU terlibat dalam penyelenggaraan usaha pertambangan. Ia menilai hal tersebut tidak sejalan dengan Khittah NU sebagai organisasi keagamaan.

“Ini harus dikembalikan kepada relnya agar NU bisa berkonsentrasi mengurus umat, dibandingkan hanyut dalam pergulatan kepentingan dan meributkan jatah pertambangan,” tegasnya.

Muktamar NU 2026 diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk memilih kepemimpinan baru yang akan membawa NU menghadapi berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan keumatan pada masa mendatang.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dipastikan akan diselenggarakan pada 1–5 Agustus 2026. Kepastian jadwal tersebut ditetapkan setelah pertemuan strategis antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com