Beritabanten.com – Pandawa Research mencatat kepuasan masyarakat Kabupaten Tangerang terhadap Pj Bupati Andi Ony menurun drastis. Hasil survei beredar luas di kalangan kuli tinta pada Kamis 20 Juni 2024.

Pandawa Research mencatat, bahwa kepuasan terhadap kinerja Ansi hanya sebesar 38,4 persen, sementara ketidak puasan masyarakat mencapai 32,6 persen, dan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 29,1 persen.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan era kepemimpinan Bupati Tangerang sebelumnya, yaitu Ahmed Zaki Iskandar yang mencapai 69,2 persen, tidak puas 26,7 persen, dan tidak tahu 4,1 persen.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Fisip Kajian Politik Nasional sekaligus Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul mengatakan, bahwa Andi Ony Prihartono bagaikan katak dalam tempurung.

Pasalnya, terbiasa dipimpin lalu, memimpin organisasi besar selevel Kabupaten Tangerang menjadi gagap dan kaget, sehingga tidak tahu apa yang harus diperbuat dalam memimpin daerah.

Tentunya, kata Adib apa yang dilakukan Andi Ony Prihartono hanya membuat malu Kementrian Dalam Negri, karena telah gagal mengirimkan sosok pemimpin ke daerah.

“Andi Ony ini diibaratkan seperti katak dalam tempurung. Karena terbiasa dipimpin di Kemendagri, kini harus memimpin organisasi besar, selevel daerah. Sehingga dia kaku, gagap, dan kaget. Tidak tahu harus berbuat apa. Ini jelas membuat malu Kemendagri, karena mengirim seseorang yang seperti katak dalam tempurung, ” tegasnya, Kamis.

Dia menilai Andi tidak memiliki jiwa visioner dan eksekusi yang baik. Bahkan, dia menyangkannya mendapat nilai kurang baik padahal tinggal melanjutkan program semasa kepemimipinan Ahmed Zaki Iskandar.

Apalagi, ketika ada informasi dimana perbup- perbup penting dalam kebijakan, tertahan karena Pj tidak berani mengeksekusi.

“Indikasinya jelas, ketika dia tidak berani menandatangi banyaknya perbup yang menumpuk, tandanya tidak tidak berani mengeksekusi sebuah kebijakan. Tidak berfikir rasional, padahal itu penting sebagai landasan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Bagaimana Dinas bisa menjalankan kebijakan, kalau Pj nya tidak tanda tangan,” tegasnya.

Kata Adib, bila melihat hasil survei yang dilakukan Pandawa Research, Andi tidak bisa dibandingkan dengan Ahmed Zaki Iskandar (Mantan Bupati Tangerang).

Pasalnya, Andi ini tidak faham dan tidak mampu meneruskan kebijakan-kebijakan Bupati sebelumnya.

“Apa yang mau dibandingkan, Andi saja tidak faham dan tidak mampu meneruskan kebijakan-kebijakan Bupati sebelumnya, ” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaedi menambahkan, kepemimpinan Andi Ony padahal belum genap satu tahun, namun sudah menjadi sorotan publik, khusunya tim lembaga survei kinerja. Menurut Memed, hal itu menjadi pertanyaan besar, mengapa bisa terjadi.

Tentunya, Kata Memed, ada beberapa variable kepemimpinan Zaki yang dinilai positif oleh publik, terkait pencapaian program, kebijakan, pengelolaan keuangan daerah, persepsi publik soal pelayanan publik, kepemimpinan dan responsivitas atas permasalahan. Tentu, beberapa point ini yang mendapatkan nilai kepuasan atas kinerja Ahmed Zaki Iskandar.

“Belum genap satu tahun kepemimpinannya, performa kinerja Pj Bupati menjadi sorotan. Tentunya, ini menjadi catatan 9 bulan pasca Zaki, masih terekam kinerja terbaiknya sehingga masih mendapatkan nilai yang memuaskan. Sementara Andi dinilai kurang memuaskan,” katanya.

Menurut Memed,  ketidakpuasan publik terhadap kinerja Andi dikarenakan kinerjanya tidak menyentuh secara optimal kepada masyarakat.

Bahkan, ketika Zaki telah mepersiapkan segalanya untuk bisa dilanjutkan oleh Andi. Namun, ttidak mampu melanjutkan legacy yang ditinggalkan oleh Zaki.

“Saya lihat Andi ini masih euphoria atas kepemimpinannya sebagi Pj Bupati. Pedahal Pj Bupati punya kewenangan yang mirip dengan bupati definitive. Yang ada justru banyak meninggalkan legacy Zaki yang baik,” urai Memed.

“Pj bupati masih berdansa atas dirinya sendiri (claim of truth) pedahal problem Kabupaten Tangerang masih perlu pembenahan dan solusi kongkrit untuk penyelesaian, tetapi dia tidak mampu melanjutkan legacy yang dipersiapkan oleh Zaki,” Memed tambahkan.

Kata Memed, publik menilai bahwa Andi hanya senang tampil di media, namun minim prestasi. Bahkan, Kabupaten Tangerang kehilangan arah pembangunan dan kesejahteraan, ketika dipimpin oleh dia.a

“Publik butuh kinerja lebih, dari Andi dalam mengoptimalisasi perannya dalam membangun Kabupaten Tangerang. Bukan hanya senang tampil di media tetapi minim prestasi. Ini menjadi catatan penting, agar Pj Gubernur dan Kemendagri mengevaluasi kepemimpinan Andi,” tegasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com