Beritabanten.com – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan Masa Khidmat 2024-2029 resmi dilantik di Ruang Belandongan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan pada Rabu 10 Juli 2024.

Terpantau media acara dihadiri oleh Ketua Umum MUI Banten, KH A Bazari Syam, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo, Wakil Wasekjen MUI Pusat KH Arif Fahrudin, Polres Tangsel dan Kodim 0505 Tangerang serta para tamu undangan dari berbagai unsur organisasi masyarakat (Ormas) Islam.

Dalam prosesi pelantikan yang dilakukan oleh Ketua MUI Banten KH A Bazari Syam tersebut para pengurus terpantau berseragam putih. Membacakan ikrar untuk mengembalikan MUI pada asas perjuangan sebagai khodimul ummah, melayani masyarakat.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum MUI Kota Tangerang Selatan KH Saidih menyambut baik ajak untuk menjadikan MUI sebagai pelayan masyarakat Tangsel dalam bidang sosial keagamaan.

“Pengurus MUI Tangsel yang dilantik pada hari ini harus melakukan tugasnya dengan baik. Yaitu menyebarkan dakwah sebagai tugas ulama sebagai pelayan masyarakat (khadimul ummah) Kota Tangsel,” katanya ketika memberi sambutan.

Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah ini menjabarkan cara melayani masyarakat dengan menjaga posisi MUI sebagai mitra produktif (shodiqul ummah) bagi Pemeritan Kota Tangerang Selatan.

“MUI wajib menjalankan peran penting sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah),” ucapnya.

Dalam menjalankan kemitraan tersebut nantinya akan melahirkan kebijakan yang selalu mengutamakan layanan pada warga agar sesuai dengan syariat Islam.

“MUI berusaha bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan umat. Jangan sampai terjadi benturan sehingga menganggu pelayanan di masyarakat,” tambah ia.

KH Saidih juga tidak lupa menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang  telah berjibaku dengan kegaitan MUJI, terutama Wali Kota Tangerang Selatan. Tanpa bantuan tersebut, menurutnya tidak akan bisa sampai pada perstiwa pelantikan di Puspemkot Tangerang.

“Terima kasih pada semua pihak. Terutama Wali Kota Tangerang Selatan Bapak Benyamin Davnie yang selalu support moril maupun materil,” ungkpanya.

Ia mengingatkan dalam suasana tahun baru Islam 1446 Hijriah untuk melakukan muhasabah dengan melakukan evakuasi dan koreksi diri apa yang sudah diberikan.

“Maka di momen yang penting ini berharap untuk melakukan muraqabah satu tindakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah di masa yang akan datang,” pesan KH Saidih di dampingi Sekretaris Umum Dr Abdul Rojak.

Ketua Umum MUI Provinsi Banten KH A Bazari Syam menegaskan, bahwa tidak ada satu kejadian di muka bumi ini tanpa grand desain Allah SWT. Dengan dilakukannya pelantikan ini, semoga dilimpahkan keberkahan kepada jajaran pengurus MUI Tangsel.

“Atas nama jajaran MUI Bantan, selamat atas dikukuhkannya pengurus MUI Tangsel semoga Allah berikan kemudahan untuk melaksanakan program kegiatan kedepan,” doanya.

Dirinya berpesan agar pengurus periode ini memberikan kontribusi sebagai organisasi yang baik, dengan tujuan memberikan pelayanan kepada umat serta menjaga hubungan dengan pemerintah.MUI menjadi mitra yang mengingatkan ketika ada kebijakan bergeser dari nilai Islam.

Di sisi lain yang juga sangat penting mampu meningkatkan inovasi baru melalui inovasi dalam melayani masyarakat.

“Sehingga umat dalam kekinian tidak ditinggalkan dan mendapatkan layanan sesuai dengan perkembangan zaman,” bebernya.

Bahwa MUI adalah organisasi tidak seperti yang lain. MUI berhimpun dari berbagai ormas yang memiliki latar belakang berbeda dengan berbagai disiplin ilmu. Karena itu konsep kebersamaan jadi kata kunci dalam organisasi ini.

“Tidak ada kelas. Tapi kita sama. Itulah bedanya MUI dengan yang lain. Wajar jika MUI bisa disebut sebuah organisasi yang istimewa. Memiliki karakteristik sendiri,” bebernya.

Sementara itu menurut Wakil Sekjen MUI Pusat Dr Arif Fahrudin memberikan pesan pesan bagi jajaran pengurus masa khidmat 2024-2029, adalah bagaimana mengurus organisasi yang baik sesuai regulasi yang ada.

Dia mengaku bahwa, MUI provinsi Banten mendapatkan predikat nomor 3 dalam aspek pelayanan kepada umat. Tentu prestasi yang sudah bagus tidak akan sempurna jika tidak didukung oleh MUI kabupaten kota.

“Peran MUI bagaimana meningkatkan fungsi religiusitas di Indonesia. Masyarakat Banten harus menularkan ke bangsa Indonesia yang mana secara global tengah mengalami tantangan. Sebagai kader ulama tentu harus mutlak hukumnya menjadi pilar terpenting kehidupan religiusitas,” pesannya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com