Beritabanten.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang Selatang menggelar Upgrading Dewan di Hotel Nite & Day Hotel – Alam Sutera, Alam Sutera Town Center,Jl. Alam Utama No.1 Kavling 10, Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten 15325.
Kegiatan yang melibatkan 140 dewan hakim yang biasa menjadi juri di MTQ Kota Tangsel dilaksanakan pada hari Sabut sampai Minggu 8-9 November 2025.
Acara dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan profeisonalitas dewan hakim ketika nanti bertugas dalam pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran di Kota Tangsel.
Sekertaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo yang membuka acara menyampaikan pentingnya ukuran jelas dalam menentukan penilaian seorang hakim. Dari sekian banyak perbedaan pandangan dalam menilai setiap cabang MTQ harus terus disamakan ukurannya.
Ketentuan ukuran tersebut juga tetap memperhatikan pengetahuan, integritas dan sikap obyektif dalam menilai sebuah perlombaan yang pada gilirannya akan menghasilkan peserta berkualitas.
“Jangan sampai nanti penilaian seorang juri menjadikan sikap tidak percaya dalam pelaksanaan MTQ. Ini kan bisa merepotkan dalam proses selanjutnya,” pinta dia, Sabtu 8 November 2025.
Sekda Bambang juga meminta para dewan hakim untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan agar nanti bisa mempraktikkan hasil upgrading ketika bertugas.
Dia memandang acara yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia dewan hakim menjadi alasan kuat bagi Pemkot Tangsel untuk memberikan dukungan finansial.
“Apa yang hari terjadi meyakinkan saya bahwa dukungan Pemkot Tangsel pada acara MTQ makin kuat. Karena ini bagian dari cara peningkatan kualitas perlombaan di masa mendatang yang akan menghasilkan dewan hakim yang berkualitas dan bertanggung jawab,’ imbuh dia.
Dia mengaku belum paham secara detail ketentuan penilaian dalam MTQ, namun prinsip profesionalitas dan kejujuran menjadi kunci dalam setiap perlombaan.
Dirinya yang kini diberikan amanah sebagai Ketua Taekwondo Indonesia Kota Tangsel itu mengutarakan kesamaan semangat berlomba yang mengutamakan penilaian yang jujur. Artinya secara manajemen tetap mempunyai kesamaan dalam hal profesional dan integritas.
“Saya tidak memahami detail penilaian di MTQ, tapi kan prinsip semangat perlombaan tetap harus memperhatikan penilaian yang jujur dan obyektif. Jadi mohon nanti diikuti acara ini dengan baik sampai selesai,’ demikian sekda Bambang.
Di tempat sama Keapala Kemenag Tangsel Ahmad Rufauddin mengingatkan posisi para dewan hakim.dalam MTQ yang harus tetap menjunjung tinggi akhalkul katimah.
Kata dia, ruh pelaksanaan MTQ terletak pada sikap dewan hakim.yamg menunaikan amamah sesuai pedoman yang disepakati.
“Apa yang dilakukan oleh para dewan ketika memberikan penilaian merupkan ruh yang menghidupkam MTQ. Jika tidak amanah makan akan menodai hajat yang awalnya diniatkan untuk memulaikan Al-Quran,” kata dia.
Karenanya di meminta kepada para dewan hakim untuk menyerap materi upgrading yang diarahkan pada peningkatan kompetensi.
Dia tidak mengucapkan terima kasih atas usaha keras semua pihak dalam menjadikan MTQ Tangsel meningkat dalam bidang perhakiman.
“Sebagai kepala Kemenag Tangsel saya ucapkan terima kasih atas dedikasi menjadikam pelaksanaan MTQ terus mengalami perbaikan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan