Beritabanten.com – Sebuah peristiwa yang memprihatinkan terjadi di Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba, Sulawesi Selatan, di mana dua kuburan pasangan suami istri dibongkar dan jenazah mereka dipindahkan.

Pembongkaran  ini memicu sorotan publik setelah sebuah video viral menunjukkan beberapa pria sedang menggali kuburan dengan latar belakang penjelasan dari warga yang merekam kejadian tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang lelaki berbaju biru menjelaskan bahwa pembongkaran kuburan ini terjadi akibat perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Seorang perempuan yang merekam video tersebut menambahkan bahwa kuburan tersebut dibongkar karena keluarganya memilih pasangan calon nomor urut 2 dalam Pilkada Bulukumba.

Peristiwa ini terjadi pada pagi hari, Jumat, 29 November 2024, ketika dua kuburan pasangan suami istri, Mattayang Daeng Lengu dan Nurlia, yang masing-masing telah meninggal pada 2023 dan 2022, dibongkar untuk dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun Kailie, Desa Manjalling, Kecamatan Ujungloe.

Pemindahan jenazah ini dilakukan setelah permintaan dari pemilik lahan tempat kedua kuburan tersebut berada karena beda pilihan Pilkada 2024.

Konflik Politik Memicu Pembongkaran

Nurmi, anak dari kedua almarhum, mengungkapkan dengan suara bergetar bahwa pembongkaran ini bermula dari konflik politik yang terjadi antara keluarga mereka dan pemilik lahan. Pemilik lahan, yang mendukung pasangan calon nomor 1 dalam Pilkada, meminta agar jenazah orang tua Nurmi dipindahkan, karena mereka memilih pasangan calon nomor 2.

“Pemilik lahan memberi dua pilihan: memindahkan kuburan orang tua kami atau rumah kerabat kami yang juga berdiri di atas lahan tersebut,” ujar Nurmi dengan mata berkaca-kaca.

Dengan berat hati, keluarga memutuskan untuk memindahkan jenazah orang tua mereka, meskipun hal itu sangat menyakitkan.

Keputusan tersebut didukung oleh Kepala Desa Manjalling, Mukrimin, yang mengonfirmasi bahwa pemakaman ulang kedua almarhum akan dilakukan di perkuburan desa, karena keduanya adalah warga desa tersebut.

“Kami arahkan untuk dimakamkan di perkuburan desa,” kata Mukrimin kepada awak media.

Kesedihan dan Harapan Keluarga

Meskipun keputusan ini menimbulkan kesedihan yang mendalam, Nurmi menyatakan bahwa keluarganya menerima dengan ikhlas.

Namun, dia berharap kejadian serupa tidak akan terulang, mengingat Pilkada telah berakhir dan perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menciptakan konflik sejauh ini.

“Semoga tidak ada lagi intimidasi seperti ini ke keluarga kami,” ungkap Nurmi dengan suara yang penuh harap.

Dampak Sosial dan Peringatan dari Tokoh Masyarakat

Peristiwa ini menjadi sorotan publik di Bulukumba dan mengundang perhatian banyak pihak mengenai dampak dari Pilkada terhadap kehidupan sosial masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi meskipun ada perbedaan pandangan politik.

“Perbedaan politik seharusnya tidak mengorbankan hubungan antar warga. Kita harus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga kini, pihak terkait, baik pemerintah setempat maupun pihak berwenang lainnya, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, kejadian ini menjadi peringatan akan betapa pentingnya mengedepankan persatuan dan menghargai perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com