Beritabanten.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berdebat dengan perawat di dalam mobil ambulans viral di media sosial.
Dalam video viral tersebut, terlihat seorang pasien laki-laki tengah ditangani tenaga medis, sementara seorang pria yang merekam kejadian tersebut memprotes karena merasa pasien tidak segera ditangani oleh petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menanggapi hal tersebut, pihak Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) memberikan klarifikasi. Dalam pernyataan resminya, RS Unhas menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pasien gawat darurat.
Meskipun kapasitas IGD penuh, pasien tetap diterima untuk penanganan penyelamatan nyawa atau life saving sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.
RS Unhas juga menyoroti tindakan oknum yang merekam dan menyebarkan proses pelayanan medis, yang dinilai melanggar aturan serta berpotensi menyalahi privasi pasien dan tenaga kesehatan.
“Kami meminta pihak yang merekam dan menyebarkan informasi tidak benar tersebut untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka dan segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik guna meluruskan fakta,” tegas pihak RS Unhas.
Lebih lanjut, RS Unhas menyatakan tidak akan segan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan