Beritabanten.com – Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat runtuh dan menelan 63 korban jiwa pada September lalu, kini memasuki tahap pembangunan ulang.
Proyek rekonstruksi tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran sebesar Rp125,3 miliar dan dilaksanakan di lahan baru seluas 4.100 meter persegi.
Dimulainya pembangunan kembali ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, pada Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini menjadi simbol awal pemulihan pesantren pasca tragedi Pesantren Al Khozimy Sidoarjo yang mengguncang dunia pendidikan keagamaan.
Dalam sambutannya, Muhaimin menekankan bahwa peristiwa runtuhnya bangunan pesantren harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Ia menyebut kejadian tersebut sebagai pengingat sekaligus dorongan untuk bangkit dan melakukan pembenahan yang lebih baik ke depan.
Pemerintah berkomitmen memastikan proses pembangunan dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat dan kualitas konstruksi yang memadai.
Diharapkan, pesantren yang dibangun kembali ini dapat menjadi lingkungan belajar yang aman sekaligus menjadi simbol kebangkitan bagi para santri dan masyarakat sekitar. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan